Renegosiasi KK Lambat, 20 Ribu Orang Berpotensi Kehilangan Kerja

Sabtu, 10 Maret 2018 - 17:22 WIB
Renegosiasi KK Lambat,...
Renegosiasi KK Lambat, 20 Ribu Orang Berpotensi Kehilangan Kerja
A A A
JAKARTA - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyayangkan lambannya proses renegosiasi kontrak antara sejumlah perusahaan tambang pemegang kontrak karya (KK) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebab, berlarutnya penyelesaian amandemen kontrak akan berdampak tidak bagus bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Anggota KEIN, Zulnahar Usman mengatakan, buntunya proses renegosiasi akan sangat mengancam keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan. Apalagi, pemerintah telah mengambil langkah dengan menghambat pelayanan bagi perusahaan yang bersangkutan.

"Keluarnya surat ultimatum dari pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM kepada beberapa perusahaan pemegang KK akan sangat merugikan perusahaan. Mereka tidak akan diberikan pelayanan sehingga tidak dapat persetujuan dalam proses pembahasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2018 perusahaan-perusahaan tersebut," katanya di Jakarta, Sabtu (10/3/2018).

Lebih jauh, menurut dia, terhambatnya persetujuan RKAB ini akan dapat menyebabkan pengangguran terbuka lebih dari 10.000 orang. Juga dapat menyebabkan keresahan sosial yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas sosial dan politik negara. Bahkan, sebanyak 10.000 pekerja dari perusahaan supplier pertambangan juga bisa terancam pekerjaannnya.

Bila hal ini terjadi maka akan menyebabkan dampak negatif terhadap masyarakat dan negara. "Bukan itu saja, tetapi negara juga akan kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp15 triliun yang masuk dalam roda perekonomian dan lebih dari Rp2 triliun dalam pajak," imbuh dia.

Oleh sebab itu, KEIN berpendapat penundaan pelayanan terhadap perusahan pemegang KK tidak boleh dijadikan alat ancaman dalam pelaksanaan proses renegosiasi KK. "Oleh karena itu, pelayanan harus dilanjutkan dan RKAB 2018 harus segera disetujui," kata Zulnahar.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan akan mengambil langkah tegas terkait masih adanya perusahaan pemegang KK yang belum bersedia mengamandemen kontraknya. Menteri ESDM, Ignasius Jonan tidak akan menyetujui RKAB 2018 masing-masing perusahaan yang telah diajukan.

Sedikitnya ada sembilan KK yang hingga sekarang belum memperoleh persetujuan RKAB-nya. Sehingga, kegiatan operasional pertambangan perusahaan tersebut hanya terbatas saja kurang berjalan optimal.

Perubahan kontrak tambang baik berbentuk KK maupun perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) merupakan amanat Undang-undang No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Terdapat enam poin utama kontrak yang harus disesuaikan isinya dengan UU tersebut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harmoni Karya Mahasiswa...
Harmoni Karya Mahasiswa USG Education
Inovasi Pertamina Gas...
Inovasi Pertamina Gas Raih Penghargaan Dharma Karya Muda ESDM 2024
Standar Operasi Aman,...
Standar Operasi Aman, Pertagas Peroleh 3 Penghargaan Kementerian ESDM
Korminas Dukung Kemenparekraf...
Korminas Dukung Kemenparekraf Kuatkan Branding Wisata Bugar
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Kontrak BP di Blok Tangguh Selama 20 Tahun
Kementerian ESDM Usulkan...
Kementerian ESDM Usulkan Industri Hulu Migas Bebas Pajak
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
1 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
1 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
2 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
3 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved