Prosedur Ekspor-Impor Dipermudah, KEK KTI Bakal Menggeliat

Senin, 19 Maret 2018 - 11:07 WIB
Prosedur Ekspor-Impor...
Prosedur Ekspor-Impor Dipermudah, KEK KTI Bakal Menggeliat
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Timur Andi Rukman Karumpa meyakini kegiatan ekspor-impor dari kawasan timur Indonesia (KTI) akan semakin menggeliat. Hal itu sejalan dengan terbitnya peraturan mengenai pendelegasian kewenangan persetujuan impor dan ekspor untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) pada akhir Maret 2018.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perdagangan siap mendelegasikan kewenangan perizinan terkait ekspor dan impor kepada empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Keempatnya yakni KEK Bitung, KEK Maloy Batuta, KEK Tanjung Api-Api, serta KEK Morotai. Beberapa perizinan yang didelegasikan, di antaranya pemberian angka pengenal impor (API) hingga persetujuan ekspor dan impor komoditas tertentu sesuai dengan karakteristik KEK yang beroperasi itu sendiri.

Melalui aturan tersebut, investor di KEK tidak perlu minta izin pemerintah pusat untuk ekspor dan impor. "Tentu ini akan sangat membantu pengembangan KEK di KTI. Kadin sangat mendukung," ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/3/2018).

Andi mengatakan, salah satu alasan investor enggan berinvestasi di KEK sebab rumitnya perizinan ekspor-impor dari pusat. padahal, pemerintah pusat pun menurutnya tidak terlalu paham kebutuhan di wilayah KEK tersebut.

"Yang paling paham akan kebutuhan impor bahan baku di suatu kawasan adalah investor itu sendiri. Mereka juga bisa mengatur sendiri ritme impor dan ekspor di kawasan itu. Akan lebih fleksibel. Tidak birokratis dan tidak bertele-tele," kata Andi.

Karena itu, Andi meminta agar pemerintah pusat secara penuh membantu pengembangan KEK, utamanya di KTI. Dia mencontohkan kendala dalam pembangunan KEK Morotai yang masih minim infrastruktur, mulai dari akses air, listrik, sampai pasokan gas.

"Dan bandaranya juga harus dinaikkan statusnya menjadi bandara internasional. Jadi, kalau mau jadi KEK jangan setengah-setengah. Apa kebutuhan KEK, disiapkan. BUMN-BUMN pemasok gas dan energi dan swasta dikerahkan ke sana. By design saja semua," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga: KEK...
Menko Airlangga: KEK Gresik Akan Perkuat Hilirisasi dan Ekspor
Ada UU Cipta Kerja,...
Ada UU Cipta Kerja, KEK Tak Lagi Berorientasi Ekspor
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Dua KEK Baru dengan...
Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui
Menko Airlangga: KEK...
Menko Airlangga: KEK Galang Batang Diharapkan Menjadi Contoh dan Instrumen Pendorong Ekonomi Indonesia Pasca-Krisis
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Berhasil Gaet Investasi Rp22,5 Triliun
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
5 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
6 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved