Agustus 2018, One Map Policy Akan Dilaunching Jokowi

Rabu, 21 Maret 2018 - 20:31 WIB
Agustus 2018, One Map...
Agustus 2018, One Map Policy Akan Dilaunching Jokowi
A A A
JAKARTA - Geoportal kebijakan satu peta atau one map policy direncanakan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2018. Geoportal adalah sebuah portal informasi geospasial nusantara yang dibangun oleh Badan Informasi Geospasial (BIG).

"Jadi ada 85 informasi geospasial tematik, 19 kementerian dan lembaga, 34 provinsi, pada agustus 2018, kami merencanakan portal kebijakan satu peta yang berisikan data kompilasi dan integerasi untuk seluruh wilayah Indonesia dapat diresmikan oleh Presiden," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution kepada pers seusai membuka Rakornas Informasi Geospasial yang digelar BIG di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Untuk itu Darmin meminta kementerian dan lembaga pusat dan daerah agar dapat mempercepat penyelesaian kegiatan integerasi peta yang belum selesai. Ditargetkan untuk seluruh wilayah Indonesia sinkronisasi bisa dilakukan Juni 2018. Menurutnya, kebijakan satu peta atau one map policy sendiri berguna sebagai acuan perbaikan tata ruang serta menyelesaikan konflik tunpang tindih, maupun perizinan dan penggunaan ruang.

Saat ini, setiap kementerian dan lembaga, baik pusat maupun daerah masih menggunakan referensi peta dasarnya masing-masing, dalam melakukan setiap kebijakan. Akibatnya kerap terjadi perbedaan atau tumpang tindih kebijakan, antara satu institusi dengan institusi yang lainnya.

Contohnya dalam proyek infrastruktur beberapa waktu lalu terjadi kebocoran pipa gas milik PT PGN (Persero) akibat terkena bor dari proyek LRT Jabodebek. Insiden ini diduga terjadi karena pihak kontraktor LRT Jabodebek tak mengetahui adanya pipa gas di sana. Nantinya dengan adanya kebijakan satu peta ini maka hal-hal seperti itu diharapkan tidak terjadi kembali.

"Sinkronisasi itu untuk mempertemukan agar peta tidak tumpang tindih, apakah itu kegiatan infrastruktur atau lainnya. Kalau sudah sinkronisasi gak ada lagi kejadian seperti itu," kata Darmin.

Menurut Darmin, kebijakan satu peta ini sangat penting untuk diterapkan nantinya. Untuk sekarang pemerintah masih menyusun berbagai persiapan dalam penerapan kebijakan satu peta tersebut untuk setiap kementerian dan lembaga pusat maupun daerah yang ada.

"Sekarang hak akses berbagai pakai portal satu, kalau presiden boleh lihat semua kalau kementerian tertentu ada yang kurang, maka nanti kami lihat protokolnya bagaimana hal yang dianggap diperlukan tapi secara standar ada protokol aturan main," kata Darmin.

Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan, tahun ini BIG melakukan sinkronisasi pemetaan di wilayah Kalimantan. Sinkronisasi ini bukan hanya soal teknis semata tapi juga ada aspek hukum, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.

“Ïntegrasi sinkronisasi kebijakan satu peta relatif sudah hampir selesai. Sehingga pada Agustus 2018 akan launching one map policy skala 1:50.000. Meskipun protokol integrasi sudah di-launching tapi sinkronisasi ini terus jalan,” kata Hasan.

Hasan mengaku pihaknya sudah tahu mana peta yang tumpang tindih. Misalnya izin usaha pertambangan dengan masalah hutan lindung, maka mana yang mau dikalahkan. Kalau izin usaha pertambangan mau dibatalkan agak sulit sebab investor punya kekuatan hukum juga, mereka punya izin dan sudah investasi biaya yang tidak sedikit.

“Jadi masalah sinkronisasi ini bukan masalah mudah dan bukan soal teknis semata. Apalagi kalau melibatkan perusahaan negara lain, contohnya di Kalimantan ada sebuah perusahaan asing yang sudah mendapat izin untuk ekpolarasi lahan tapi ternyata peruntukkan kawasan itu tumpang tindih, akibatnya perusahaan itu tidak bisa membangun. Efeknya perusahaan itu menggugat pemerintah dan nilai kerugian yang digugatnya sangat besar,” cerita Hasan.

Ia menambahkan, sekarang BIG berusaha memberikan data-data informasi geospasial kepada pemerintah untuk mencegah terjadinya tumpang tindih peta seperti kasus tadi. “Sinkronisasi ini bukan masalah mudah. Sebab selain aspek teknis, ada juga aspek legal, aspek ekonomi, aspek politis, aspek sosial, dan aspek lainnya,” ungkapnya.

Saat ini BIG sedang membuat protokol sinkronisasi peta dan ditarget dalam waktu 3 bulan selesai. Menko Perekonomian meminta protokol sinkronisasi ini diujicoba dulu, sebelum keluarnya Inpres. Sebab dikhawatirkan nanti begitu Inpresnya dikeluarkan tapi ternyata protokolnya salah maka nanti bisa jadi ribut dan gaduh.

“Protokol integrasi satu peta ditargetkan selesai Agustus 2018. Jadi meski protokol sinkronisasi Agustus ini selesai namun proses sinkronisasi kebijakan satu peta akan berlanjut hingga 2019,” pungkas Hasan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Persingkat Kepengurusan...
KKP Persingkat Kepengurusan SKP Jadi Tiga Hari
Jadi Panduan Izin Usaha,...
Jadi Panduan Izin Usaha, BPN Minta Penyusunan RDTR Harus Tepat
68 Perusahaan Dijatuhi...
68 Perusahaan Dijatuhi Sanksi Imbas Banjir Sumatera, 28 Izin Usaha Dicabut
2.078 Izin Usaha Pertambangan...
2.078 Izin Usaha Pertambangan Dicabut, Pemerintah Tak Pandang Bulu Siapa Pemiliknya
Bagi-Bagi Izin Ekspor...
Bagi-Bagi Izin Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Memangnya Teman Saya Tidak Boleh Usaha?
Kementerian Investasi...
Kementerian Investasi Ungkap Kabar Terbaru Izin E-commerce TikTok
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
4 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
45 menit yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved