Ini Penjelasan PLN Soal Kemajuan Proyek 35.000 MW

Kamis, 22 Maret 2018 - 12:15 WIB
Ini Penjelasan PLN Soal...
Ini Penjelasan PLN Soal Kemajuan Proyek 35.000 MW
A A A
JAKARTA - Sejak dicanangkan pertama kali pada Mei 2015, program 35.000 megawatt (MW) terus menjadi perhatian publik karena nilai strategisnya di tengah kenaikan konsumsi listrik domestik dari tahun ke tahun.

Proyek ini disebut menjadi semacam keharusan untk memenuhi kebutuhan konsumsi listrik domestik yang terus naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan kalkulasi PLN, pada tahun 2015, konsumsi listrik diperkirakan meningkat dari 183.226 MW (2013) menjadi 244.346 MW (2020), atau bertambah sekitar 61.000 MW.

Sejauh mana progres proyek berskala besar yang tersebar dari Sumatera hingga Papua tersebut?

Berdasarkan penjelasan tertulis dari PT PLN (persero), hingga bulan maret 2018 tahapan konstruksi proyek pembangkit 35.000 MW telah mencapai 48% atau setara dengan 16.994 MW. Sementara untuk tahapan kontrak, telah mencapai 35% atau setara dengan 12.693 MW. Selanjutnya, untuk tahapan pengadaan tinggal 10% atau setara dengan 3.414 MW dan tahapan perencanaan hanya menyisakan 3% saja.

Dari data tersebut, PLN mengklaim bahwa kemajuan kontrak dan konstruksi melejit dengan angka yang cukup signifikan di mana sebagian besar merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang memang membutuhkan waktu konstruksi kurang lebih 3-5 tahun. BUMN kelistrikan itu menyebut, saat ini untuk tahapan COD atau pembangkit yang telah masuk sistem, sudah mencapai 1.504 MW.

Selain pembangunan pembangkit, proyek 35.000 MW juga membangun jaringan transmisi dan gardu induk (GI). Infrastruktur tersebut tak kalah penting dari pembangkit untuk mendistribusikan listrik yang dibangkitkan ke pelanggan.

Hingga akhir Februari 2018, PLN mencatat sebanyak 9.617 kilometer sirkit (kms) jaringan transmisi telah beroperasi. Sisanya 20.620 kms sedang dalam tahap konstruksi dan 16.553 dalam tahap prakonstruksi.

Untuk gardu induk, PLN telah mengoperasikan 37.628 Mega Volt Ampere (MVA). Kemudian 38.289 MVA masih dalam tahap konstruksi dan 33.542 dalam tahap pra konstruksi.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menjelaskan bahwa pembangunan transmisi dan GI ini menunjukkan hasil yang luar biasa cepat.

"Capaian transmisi yang operasi mencapai 21% dari total 46.000 kilometer yang harus dibangun. Dan 44% dalam tahap pengerjaan. Ini menggembirakan karena begitu pembangkit siap operasi, transmisi sudah siap terlebih dahulu," terang Made dalam keterangan resminya, Kamis (22/3/2018).

Begitu pula dengan pembangunan GI, dari 109.459 MVA yang harus dibangun, PLN telah mengoperasikan sebanyak 34%. Sementara 35% lainnya sedang dalam proses pembangunan.

"Ini lebih bagus lagi, karena sudah lebih dari 30% beroperasi. Sama seperti transmisi, GI juga penting dalam proses mengalirkan listrik dari pembangkit-pembangkit 35.000 MW nanti," imbuh Made.

Program 35.000 MW yang dikerjakan pemerintah ini, lanjut dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menopang dan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi secara nasional, seperti mendorong munculnya pusat-pusat industri baru.

"Tapi lebih dari itu, proyek 35.000 MW ini adalah untuk pemerataan pemenuhan listrik bagi seluruh warga negara Indonesia. Sehingga mampu menaikkan angka rasio elektrifikasi nasional mencapai 97% di 2019," pungkas Made.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Apa Kabar Program Listrik...
Apa Kabar Program Listrik 35.000 MW? Ini Penjelasan Bos PLN
Progres Pembangunan...
Progres Pembangunan Proyek 35.000 MW PLN Berjalan Positif
Oversupply Listrik,...
Oversupply Listrik, Proyek 35.000 MW Perlu Ditinjau Ulang
Terdampak Covid-19,...
Terdampak Covid-19, PLN Tunda Proyek Pembangkit 35.000 MW
Gandeng PAL, PLN Bangun...
Gandeng PAL, PLN Bangun Kapal Pembangkit Kapasitas 60 MW
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved