Peraih Nobel Ekonomi: Perang Dagang AS-China Bisa Ciptakan Krisis Ekonomi

Senin, 26 Maret 2018 - 11:23 WIB
Peraih Nobel Ekonomi:...
Peraih Nobel Ekonomi: Perang Dagang AS-China Bisa Ciptakan Krisis Ekonomi
A A A
BEIJING - Tensi hubungan Amerika Serikat dan Republik Rakyat China memanas, setelah Presiden AS Donald Trump menabuh genderang perang dagang dengan China, dengan menaikkan tarif impor produk-produk RRC. Ketegangan perang dagang ini telah mengkhawatirkan banyak pihak.

Ekonom peraih hadiah Nobel, Robert Shiller mengatakan perang dagang AS dan China bisa mengakibatkan krisis ekonomi. Melansir dari CNBC, Senin (26/3/2018), ekonom dari Universitas Yale, AS, itu mengkritik panglima tertinggi Amerika, Trump, dengan mengatakan cara-cara yang dilakukan tidak pantas untuk seorang presiden.

Selain mengkritik Trump, Shiller juga mengatakan perusahan-perusahaan AS tidak siap untuk menyingkirkan China dari rantai pasokan atau model bisnis mereka.

"Perang dagang akan menciptakan krisis ekonomi karena perusahaan-perusahaan di AS ini dibangun berdasarkan perencanaan jangka panjang. Mereka telah mengembangkan tenaga kerja terampil. Jadi kita harus menemukan cara lain setelah impor teputus," katanya kepada CNBC saat Forum Tahunan Pembangunan China di Beijing.

Shiller menambahkan perang dagang hanya menciptakan kekacauan dan memperlambat pembangunan di masa depan. Dan ia melanjutkan, kekhawatiran seperti ini bisa menjadi kenyataan.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/3) telah mengumumkan rencana tarif hingga USD60 miliar terhadap impor produk China. Meski China tidak secara terang-terangan membalas tindakan Gedung Putih, pada Jumat sehari berikutnya, mengatakan bakal menargetkan tarif masuk bagi 128 produk AS.

Produk-produk AS yang terancam oleh Beijing, antara lain buah-buahan, baik buah segar dan kalengan, anggur, kacang-kacangan, dan pipa baja. Produk tersebut akan dikenakan bea masuk 15%. Adapun untuk daging babi dari AS dan produk aluminium daur ulang akan dikenakan tarif 25%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Berita Terkini
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
20 menit yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
52 menit yang lalu
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
2 jam yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
2 jam yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliaran
2 jam yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved