Solusi Xi Jinping untuk Ekonomi China Berisiko Picu Perang Dagang Baru

Senin, 08 Januari 2024 - 14:42 WIB
loading...
Solusi Xi Jinping untuk...
Presiden China Xi Jinping. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Seiring dengan menurunnya sektor properti di China, Presiden Xi Jinpin g perlu membentuk kembali model ekonomi untuk mendorong pertumbuhan dalam satu dekade ke depan. Solusi pemerintahnya berisiko memicu gelombang perang dagang baru sehingga menciptakan ketegangan di seluruh dunia.

Para pemimpin China menggelontorkan dana ke sektor manufaktur karena aktivitas yang berhubungan dengan properti, yang pernah mendorong sekitar seperlima dari ekspansi ekonomi, berubah menjadi penghambat pertumbuhan pada 2022.

Bagian dari fokus tersebut adalah apa yang mereka sebut sebagai tiga pendorong pertumbuhan baru yaitu kendaraan listrik (EV), baterai, dan energi terbarukan, yang membantu dorongan dekarbonisasi dunia dan mendorong permintaan untuk komoditas seperti tembaga dan litium.

Baca Juga: China Kembali Terjerat Deflasi, Tanda Ekonomi dalam Bahaya

Sejauh ini, strategi ini membantu China menghindari resesi yang melanda Jepang pada tahun 1990-an dan Amerika Serikat pada tahun 2008 ketika pasar perumahan mereka hancur. Perekonomian terbesar kedua di dunia ini sekarang tumbuh sekitar 5% per tahun. Namun, hal ini juga memicu ketidakseimbangan yang memicu ketegangan perdagangan global baru antara China dan negara-negara maju, serta negara-negara berkembang yang sedang berusaha mencapai anak tangga yang lebih rendah dari tangga industrialisasi.

Dilansir The Straits Times, AS dan Uni Eropa baru-baru ini telah meningkatkan peringatan atas kelebihan kapasitas China. Eropa memulai serangkaian investigasi perdagangan, yang membuat China pekan lalu meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap produk minuman keras Uni Eropa seperti brendi sebuah langkah yang oleh para analis dilihat sebagai target bagi Prancis, pendukung utama tindakan blok tersebut terhadap subsidi kendaraan listrik China.

Presiden AS Joe Biden juga telah memperketat langkah-langkah untuk menolak teknologi canggih China, dan pemilihan presiden pada tahun 2024 yang kemungkinan besar akan menampilkan Donald Trump bisa membuat kebijakan proteksionis semakin meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Rekomendasi
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved