Produksi Gas Saka Energi di Amerika Melejit 566%

Senin, 26 Maret 2018 - 14:07 WIB
Produksi Gas Saka Energi...
Produksi Gas Saka Energi di Amerika Melejit 566%
A A A
JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menunjukkan kinerja positif di tengah gairah industri minyak dan gas bumi (migas) yang lesu. Salah satunya terlihat dari peningkatan signifikan produksi gas Blok Fasken yang terletak di Webb County, Texas bagian Selatan, Amerika Serikat (AS).

"Saat Saka Energi masuk ke Fasken padal bulan Juli 2014 lalu, produksi gas lapangan itu hanya 30 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Kemudian di awal 2018, jumlah produksinya sudah lebih dari 200 MMSCFD. Terjadi kenaikan sebesar 566,66% dalam empat tahun kami beroperasi di sana," kata Direktur Utama Saka Energi Tumbur Parlindungan dalam siaran pers, Senin (26/3/2018).

Meningkatnya jumlah produksi gas tersebut sejalan dengan kegiatan eksplorasi sumur baru yang terus dilakukan Saka Energi di Blok Fasken bersama mitranya, Swift Energy. Tahun ini, Tumbur menyebut setidaknya ada 12 sumur yang akan di bor di Fasken dengan harapan bisa meningkatkan produksi shale gas sebesar 10% sampai akhir 2018 nanti.

Lapangan Fasken diperkirakan memiliki kandungan shale gas sekitar 1 triliun kaki kubik (TFC). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 MMSCFD dan dapat melalui kilang LNG yang ada di Texas. Sebagai catatan, Saka Energi merupakan perusahaan Indonesia pertama yang memperoleh izin dari pemerintah Amerika untuk melakukan kegiatan pengeboran ekslorasi sampai produksi di wilayahnya.

Pasalnya, investasi yang dilakukan di Blok Fasken merupakan investasi langsung pada lapangan gas dan bukan pembelian sebagian saham Swift Energy. Dengan demikian, Saka Energi terlibat langsung dalam proses shale gas di blok tersebut.

Hal ini sejalan dengan tujuan investasi Saka di blok ini yaitu menguasai teknologi manufacturing process dalam eksploitasi serta menyediakan sumber energi bagi kebutuhan Indonesia ke depan.

"Dengan menjadi perusahaan nasional yang pertama kali melakukan pengeboran sampai produksi di Amerika Serikat, kami sama saja menancapkan bendera Indonesia di industri hulu migas Amerika," kata Tumbur.

Secara keseluruhan, Saka Energi memiliki 10 hak partisipasi di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. Delapan dari 11 blok tersebut sudah berproduksi yaitu Blok Muara Bakau, Bangkanai, Pangkah, Ketapang, South East Sumatera, Muria, Sanga-Sanga, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat. Sementara tiga blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi yakni Blok South Sesulu, West Bangkanai, dan Wokam II. Perseroan juga baru saja memenangi Blok Pekawai dan Blok West Yamdena.

"Sebagai anak usaha PGN, Saka Energi akan terus mengambil inisiatif memperkuat sumber migas bagi ketahanan energi nasional. Dengan strategi investasi yang terukur, disiplin, dan hati-hati, Saka optimistis partisipasi di blok-blok migas ini akan memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian Indonesia," ujar Tumbur.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kuartal I 2022, Produksi...
Kuartal I 2022, Produksi Blok Pangkah Lampaui Target
Kado HUT RI, PGN Saka...
Kado HUT RI, PGN Saka Tambah Produksi Migas 7.300 BOEPD di Blok Pangkah
PT Titis Sampurna Perkuat...
PT Titis Sampurna Perkuat Sektor Energi di Indonesia
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
HUT ke-80 RI, Pertamina...
HUT ke-80 RI, Pertamina Berkontribusi Besar pada Upaya Swasembada Energi
PGN SAKA Kebut Proyek...
PGN SAKA Kebut Proyek Lapangan Sidayu Jadi 12 Bulan
Berita Terkini
Konsisten Jaga Kinerja...
Konsisten Jaga Kinerja dan Daya Saing, MARK Raih Penghargaan Nasional
9 menit yang lalu
Soal Pendapatan Ojol...
Soal Pendapatan Ojol Turun Usai Potongan 8% Berlaku, Menteri UMKM: Lagi Libur Sekolah
21 menit yang lalu
DPR Dorong Pengawasan...
DPR Dorong Pengawasan Galon Guna Ulang Diperketat demi Lindungi Konsumen
30 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
1 jam yang lalu
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
1 jam yang lalu
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved