Harga Minyak Dunia Naik Meski Terbebani Peningkatan Produksi Rusia
Selasa, 03 April 2018 - 10:55 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Meski Terbebani Peningkatan Produksi Rusia
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan, Selasa (3/4/2018) di tengah peningkatan produksi minyak mentah Rusia. Ditambah ekspektasi penurunan harga minyak Arab Saudi diimbangi oleh perlambatan potensial dalam produksi Amerika Serikat (AS).
Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka AS WTI diperdagangkan USD63,2 per barel pada pukul 01.17 GMT atau tercatat naik 18 sen yang setara dengan 0,3% dari sesi sebelumnya. Sementara harga minyak mentah Brent meningkat menjadi USD67,84 per barel bertambah 20 sen atau 0,3% setelah sempat jatuh lebih dari 2% pada awal pekan kemarin.
Kepala Strategi Pasar dari AxiTrader Greg McKenn mengatakan, pedagang mewaspadai terhadap fakta bahwa pasar masih memegang posisi panjang dalam jumlah besar yang akan perlu dijual pada tahap tertentu. "Hal itu membuat harga rentan terhadap berita buruk," katanya, menunjuk pada meningkatnya produksi Rusia dan kemungkinan penurunan harga minyak Arab Saudi.
Pada tahun 2018, Brent sempat mencapai level tertinggi USD71,28 per barel di Januari lalu. Tetapi semenjak itu patokan minyak Internasional terus berjuang untuk melampaui level terbesar. Terdapat banyak tekanan dimana eksportir utama Arab Saudi diperkirakan akan memangkas harga untuk semua nilai minyak mentah yang dijualnya ke Asia pada bulan Mei.
Di sisi lain ada juga kabar peningkatan pasokan dimana produsen utama Rusia memompa10.97 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada bulan Maret, naik dari 10.95 juta bph pada bulan Februari, seperti disampaikan data resmi atau menjadi yang tertinggi dalam 11 bulan.
Salah satu penggerak harga utama yang akan datang yakni output minyak mentah dari Amerika Serikat yang juga telah meningkat hampir seperempatnya sejak pertengahan 2016 menjadi 10,43 juta bpd, melampaui Arab Saudi dan Rusia. Namun penurunan dalam aktivitas pengeboran untuk produksi baru dapat menyiratkan bahwa peningkatan tanpa henti produksi AS dapat menurun hingga pertengahan tahun ini.
Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka AS WTI diperdagangkan USD63,2 per barel pada pukul 01.17 GMT atau tercatat naik 18 sen yang setara dengan 0,3% dari sesi sebelumnya. Sementara harga minyak mentah Brent meningkat menjadi USD67,84 per barel bertambah 20 sen atau 0,3% setelah sempat jatuh lebih dari 2% pada awal pekan kemarin.
Kepala Strategi Pasar dari AxiTrader Greg McKenn mengatakan, pedagang mewaspadai terhadap fakta bahwa pasar masih memegang posisi panjang dalam jumlah besar yang akan perlu dijual pada tahap tertentu. "Hal itu membuat harga rentan terhadap berita buruk," katanya, menunjuk pada meningkatnya produksi Rusia dan kemungkinan penurunan harga minyak Arab Saudi.
Pada tahun 2018, Brent sempat mencapai level tertinggi USD71,28 per barel di Januari lalu. Tetapi semenjak itu patokan minyak Internasional terus berjuang untuk melampaui level terbesar. Terdapat banyak tekanan dimana eksportir utama Arab Saudi diperkirakan akan memangkas harga untuk semua nilai minyak mentah yang dijualnya ke Asia pada bulan Mei.
Di sisi lain ada juga kabar peningkatan pasokan dimana produsen utama Rusia memompa10.97 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada bulan Maret, naik dari 10.95 juta bph pada bulan Februari, seperti disampaikan data resmi atau menjadi yang tertinggi dalam 11 bulan.
Salah satu penggerak harga utama yang akan datang yakni output minyak mentah dari Amerika Serikat yang juga telah meningkat hampir seperempatnya sejak pertengahan 2016 menjadi 10,43 juta bpd, melampaui Arab Saudi dan Rusia. Namun penurunan dalam aktivitas pengeboran untuk produksi baru dapat menyiratkan bahwa peningkatan tanpa henti produksi AS dapat menurun hingga pertengahan tahun ini.
(akr)
Lihat Juga :