Ekskavator Mini Produksi IKM Akan Dipamerkan di GIIAS 2018

Sabtu, 07 April 2018 - 18:03 WIB
Ekskavator Mini Produksi...
Ekskavator Mini Produksi IKM Akan Dipamerkan di GIIAS 2018
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi terhadap inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh para pelaku industri kecil menengah (IKM) nasional. Apresiasi itu antara lain dilakukan dengan memfasilitasi produk IKM inovatif dalam pameran berskala nasional maupun internasional.

Salah satu produk IKM yang difasilitasi Kemenperin adalah produk ekskavator mini dari sentra IKM logam Bugangan, Semarang, Jawa Tengah. Kemenperin memfasilitasi ekskavator dengan merek Kasmino itu untuk bisa ikut dipamerkan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Agustus mendatang.

"Dalam waktu dekat, ekskavator buatan Kasmin ini akan kami pamerkan dalam GIIAS 2018, agar para pengunjung dapat mengetahui produk inovasi buatan anak bangsa sehingga bisa dikenal baik nasional maupun mancanegara," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran pers, Sabtu (7/4/2018).

Ekskavator Kasmino diproduksi oleh Alberindo atau Alat Berat Indonesia, IKM logam milik Kasmin Riyadi. Hanya dengan mempekerjakan lima orang karyawan, Kasmin mampu memproduksi ekskavator berbobot 500 kg yang memiliki komponen bahan baku utama seperti motor hidrolik dan perangkat kabel dari Polandia dan Italia, dan besi kerangka asli Indonesia. Ekskavator mini tersebut dijual seharga Rp250 juta per unit, 50% lebih murah ketimbang produk sejenis yang diimpor dari negara lain.

Selain melalui fasilitasi pameran, baik di tingkat domestik dan internasional, jelas Gati, Kemenperin juga telah membangun infrastruktur digital e-Smart IKM guna memperluas pasar di tengah berkembangnya era Industri 4.0.
Tak hanya itu, Kemenperin juga memfasilitasi pemberian sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan hak paten merek agar produk IKM dapat lebih berdaya saing baik di pasar domestik maupun ekspor.

Sejalan dengan hal tesebut, Kemenperin memiliki program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, di mana produsen bisa mendapatkan potongan harga sampai dengan 30% atas mesin dan peralatan produksi yang dibelinya. "Kami juga memberikan bimbingan teknis serta fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditujukan bagi para SDM di IKM," imbuhnya.

Dalam menghadapi pertarungan pasar yang semakin kompetitif, lanjut Gati, Kemenperin juga mendorog dibangunnya kemitraan antara IKM dengan industri besar. Gati berharap, para pelaku IKM nasional dapat memanfaatkan program-program pengembangan IKM tersebut agar lebih berdaya saing.

Pengembangan sektor IKM dalam negeri telah lama berperan penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Kemenperin mencatat, jumlah unit usaha IKM di dalam negeri terus mengalami peningkatan setiap tahun. Misalnya, pada tahun 2013, sebanyak 3,43 juta IKM, naik menjadi 3,52 juta IKM pada tahun 2014. Kemudian, mampu mencapai 3,68 juta IKM di tahun 2015, dan bertambah lagi hingga 4,41 juta tahun 2016. Pada tahun 2017 jumlah IKM diperkirakan lebih dari 4,5 juta unit usaha.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IKM Pangan Capai 1,86...
IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik
Penjualan Sepeda Melonjak,...
Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran
Kemenperin Dorong IKM...
Kemenperin Dorong IKM Tembus Pasar Ekspor, Ini Caranya
Resep Kemenperin Lezatkan...
Resep Kemenperin Lezatkan IKM Pangan
Mengintip Resep Sukses...
Mengintip Resep Sukses IKM Unggulan Indonesia Food Innovation 2021
Pemenang Startup4Industry...
Pemenang Startup4Industry 2020 Ciptakan Otomasi Penopang Produksi IKM
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
41 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
59 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved