PBB Apresiasi Kinerja Mentan Amran

Selasa, 10 April 2018 - 01:02 WIB
PBB Apresiasi Kinerja...
PBB Apresiasi Kinerja Mentan Amran
A A A
JAKARTA - Kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sejak 2014 hingga 2018 diapresiasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Hal ini atas capaian pada beberapa komoditi pangan strategis yang sudah berswasembada di antaranya beras, bawang merah, jagung, beberapa komoditas peternakan dan perkebunan.

Demikian diungkapkan Hilal Ever, reporter khusus dari PBB saat berkunjung ke Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (9/4/2018). Kunjungan tersebut diterima langsung Mentan Amran yang didampingi Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Staf Khusus Bidang Hubungan Masyarakat, dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Tata Hubungan Kerja.

Hilal menegaskan apresiasi juga diberikan PBB atas upaya Amran di dalam melindungi petani. Yakni memberikan bantuan-bantuan sarana produksi (benih, pupuk dan pestisida), alat dan mesin pertanian, serta memperpendek rantai pasar produk pertanian.

"Sebuah prestasi yang sangat besar. Semuanya didedikasikan untuk meningkatkan pendapatan petani dan pengentasan kemiskinan," kata dia dalam siaran pers, Senin (9/4/2018).

Selain itu, Hilal pun mengagumi pandangan Mentan Amran terkait kegigihannya melindungi petani sawit. Menurutnya, Amran memandang kesejahteraan jutaan keluarga pekebun yang hidup dari sawit lebih patut dilindungi dibandingkan orang hutan yang menghuninya, sehingga kampanye hitam tentang sawit Indonesia adalah sesuatu yang tidak berdasar. Indonesia sudah memiliki sistem budidaya sawit berkelanjutan (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang ramah lingkungan.

"PBB terus mendukung upaya-upaya Mentan dalam melindungi petani termasuk dalam mendorong perlindungan pada varietas-varietas padi, dan komoditi lainnya yang dikembangkan petani di daerah-daerah atau varietas lokal," ujarnya.

Akan hal ini, Amran mengungkapkan kebijakan dan Program Utama Kementan untuk mencapai target-target swasembada komoditas pangan strategis yang harus dicapai dalam waktu tiga tahun khususnya beras, sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo.

Pertama, melakukan perubahan kebijakan pengadaan barang terutama untuk saprodi dan alsintan dari Sistem Tender menjadi Penunjukan Langsung melalui e-katalog, sehingga pengadaan bisa cepat dan tepat waktu.

"Kedua, kami fokus melakukan perbaikan infrastruktur, dengan memperbaiki sistem jaringan irigasi tersiet seluas 3 juta hektare yang diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun dan pengadaan alat mesin pertanian yang meningkat lebih dari 2.000%, mencapai 80.000 unit per tahun, yang sebelumnya hanya 4.000 unit," ungkapnya.

Ketiga, lanjut Amran, melakukan Upaya Khusus (UPSUS) pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, gula, dan Sapi Indukan Betina Wajib Bunting (SIWAB) untuk daging sapi. Keempat, melakukan hilirisasi pertanian. Kelima, memperpendek rantai pasok produk pertanian.

"Terakhir, penting untuk diketahui, kami melakukan padat karya sebagai program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan keluarga tani," tuturnya.

Amran menyebutkan capai-capaian spektakuler Kementan antara lain swasembada beras, jagung yang dulunya impor, sekarang sudah swasembada dan bahkan ekspor, dan bawang merah juga sudah ekspor. Bahkan Indonesia banyak mengekspor daging ayam, telur, dan vaksin. Untuk produk perkebunan hampir semua ekspor kecuali gula. Ekspor produk hortikultura, selain bawang merah juga buah manggis, pisang, dan salak.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
36 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
1 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
DK PBB Setujui Resolusi...
DK PBB Setujui Resolusi AS Hentikan Perang Ukraina dan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved