Kontribusi PDB Koperasi Kecil, Menkop Sebut Pembinaan Tidak Konsisten

Jum'at, 13 April 2018 - 00:13 WIB
Kontribusi PDB Koperasi...
Kontribusi PDB Koperasi Kecil, Menkop Sebut Pembinaan Tidak Konsisten
A A A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga mengakui, kontribusi PDB koperasi di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain di ASEAN seperti Malaysia (5%), Thailand (7%), dan Singapura yang di atas 10%. Hal ini karena pembinaan dan pengembangan koperasi di Tanah Air selama ini kurang konsisten.

"Karena itulah, awal 2014 lalu, kami melakukan reformasi total koperasi," ujar Puspayoga dalam siaran pers, Kamis (12/4/2018).

Menurut Puspayoga, inkonsistensi pembinaan ini menyebabkan perkembangan koperasi di Indonesia berjalan relatif lamban. "Kalaupun jumlahnya banyak hanya dari segi kuantitas saja," tuturnya.

Dia membandingkan dengan Singapura, dimana almarhum PM Lee Kuan Yew pada 1973 secara konsisten membina National Trade Union Conggress (NTUC) Fair Price, hingga menjadi koperasi ritel terkemuka di Singapura dengan pangsa pasar 60%, dan masuk daftar 300 koperasi besar dunia.

Koperasi tersebut didirikan atas inisiatif aktivis organisasi buruh NTUC dan pengaruhnya di pemerintahan cukup kuat, dimana anggotanya mencapai 500.000 orang, dibanding jumlah penduduknya yang hanya 6 juta jiwa.

Pada era yang sama tahun 1970-an, Indonesia gencar membangun Koperasi Unit Desa (KUD), namun berbeda pendekatannya.

"Kalau NTUC Fair Price dibangun dengan konsep pelibatan partisipasi masyarakat, terutama para pekerja untuk aktif mencari solusi kehidupan mereka sendiri secara otonom. Sedangkan KUD dibangun dengan konsep dari atas dan interventif. Diberikan banyak fasilitas modal, gedung, manajemen, pengutamaan bidang bisnis," tutur Puspayoga.

Hasilnya, NTUC Fair Price tumbuh dan berkembang pesat sebagai entitas bisnis mandiri yang dimiliki masyarakat secara luas. Sementara KUD malah rontok satu per satu karena fasilitas yang ada dicabut hingga kehilangan kepercayaan masyarakat.

"Karena itulah, sejak akhir 2014, kami melakukan reformasi total koperasi yang kini sudah mulai membuahkan hasil alias pecah telur. Di mana dulu sampai 2014, PDB koperasi hanya 1,7% kini menjadi 4,1%," jelas Puspayoga.

Puspayoga menargetkan pada 2019, kontribusi PDB koperasi di Indonesia bisa mencapai 5%. Hal ini barengi dengan berbagai langkah yang konsisten. "Artinya, sudah akan menyamai Malaysia setidaknya," ungkapnya.

Puspayoga menegaskan, PDB koperasi harus terus dikejar pertumbuhannya. Dalam hal ini, banyak perubahan dalam regulasi yang dilakukan pemerintah untuk berpihak kepada koperasi.

"Tanpa koperasi berperan baik, tidak akan terjadi pemerataan kesejahteraan. Marilah bersama-sama koperasi betul-betul berperan untuk anggota," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pernyataan Shadow Banking...
Pernyataan Shadow Banking Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemenkop UKM
Itikad Baik Pendiri...
Itikad Baik Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Persoalan Koperasi Indosurya
Ditawari Modal Koperasi...
Ditawari Modal Koperasi Rp2 Miliar, Peternak Sapi di Lampung Happy
Bantuan Likuiditas bagi...
Bantuan Likuiditas bagi Koperasi Saat Pandemi Disepakati Pemerintah
Hindari Penumpang Gelap...
Hindari Penumpang Gelap di Koperasi, KemenKop UKM Turunkan Tim Pengawas
Telunjuk Stigma Negatif...
Telunjuk Stigma Negatif Selalu Tertuju ke Koperasi
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
17 menit yang lalu
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
18 menit yang lalu
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
31 menit yang lalu
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
34 menit yang lalu
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
1 jam yang lalu
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
1 jam yang lalu
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved