Perang Dagang Lawan China, Trump Pertimbangkan Kembali Gabung TPP

Jum'at, 13 April 2018 - 18:14 WIB
Perang Dagang Lawan...
Perang Dagang Lawan China, Trump Pertimbangkan Kembali Gabung TPP
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk kembali bergabung dalam perjanjian dagang Trans Kemitraan Pasifik (TPP). Namun dia memberikan catatan baru akan gabung ke TTP, apabila kesepakatan yang ditawarkan lebih baik dari era sebelumnya yakni Presiden Barack Obama.

Seperti diketahui sejak tahun lalu, Trump lebih memilih hengkang dari perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara Asia-Pasifik. Namun hari ini, Trump secara tak terduga mengatakan AS bakal akan mempertimbangkan untuk bergabung kembali masuk TPP.

Padahal Presiden Trump sempat melayangkan kritik keras dengan menyebut bahwa kesepakatan TPP merupakan bencana perdagangan bagi Negeri Paman Sam -julukan AS-. Tetapi ketika strategi perdagangan proteksionisme yang diusung AS terlibat konflik dengan China.

Kondisi tersebut diyakini menimbulkan perpecahan di kalangan Partai Republik, terutama mereka yang mewakili para petani yang berpotensi terimbas oleh perang tarif impor tinggi antara AS dan China. Para kalangan politisi dari kedua belah pihak, mencemaskan bahwa Trump memimpin pertempuran ekonomi yang dapat berdampak buruk.

Setelah menerapkan kebijakan tarif impor tinggi untuk baja dan alumunium serta mengancam pajak terhadap lebih banyak produk-produk yang berasal daru China senilai miliaran dolar. Mereka mengatakan, pemerintah seharusnya bekerja sama dengan negara lain untuk menekan China, daripada menerapkan tarif tinggi yang berpotensi menimbulkan tindakan balasan terhadap industri seperti pertanian.

Senator Ben Sasse dari Republik yang mewakili Nebraska telah sangat kritis terhadap kebijakan tarif tinggi. Ia mengatakan, telah ada kabar baik bahwa Presiden Trump sudah memerintahkan staf utama, termasuk Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, untuk merundingkan masuknya AS kembali ke TPP.

"Hal terbaik yang dapat dilakukan Amerika Serikat untuk melawan terhadap kecurangan China saat ini yakni memimpin 11 negara Pasifik lainnya yang percaya pada perdagangan bebas dan aturan hukum," katanya.

Lewat akun resmi Twitter miliknya, Trump berkicau "Hanya akan bergabung dengan TTP, jika kesepakatan yang ditawarkan jauh lebih baik daripada yang ditawarkan kepada Presiden Obama. Kami telah memiliki kesepakatan bilateral dengan enam dari sebelas negara di TPP dan masih bekerja untuk membuat kesepakatan dengan negara-negara terbesar seperti Jepang,".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Mendag: ASEAN-AS Matangkan...
Mendag: ASEAN-AS Matangkan Kerja Sama Ekonomi Digital untuk UMKM
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Berita Terkini
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
13 menit yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
15 menit yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
32 menit yang lalu
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
53 menit yang lalu
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
56 menit yang lalu
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved