Ekspor Mobil ke Vietnam Terhambat Jadi Perhatian Serius DPR-Pemerintah

Senin, 16 April 2018 - 23:49 WIB
Ekspor Mobil ke Vietnam...
Ekspor Mobil ke Vietnam Terhambat Jadi Perhatian Serius DPR-Pemerintah
A A A
JAKARTA - Produksi mobil untuk ekspor dengan tujuan Vietnam terhenti. Hal ini lantaran pemerintah Vietnam masih menerapkan ketentuan pengujian terhadap kendaraan yang diimpor dari Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Bidang Industri Dito Ganinduto menegaskan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar mobil asal Indonesia bisa diekspor lagi ke Vietnam. "Setahu saya sudah bisa ekspor, tapi jika belum tentu kami juga menaruh perhatian serius," paparnya di Jakarta Senin (16/4/2018).

Apalagi industri automotif merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional. Dimana industri automotif menyerap banyak tenaga kerja dan investasi. "Automotif kan merupakan industri utama dalam revolusi industri 4.0, tentu harus diberikan dukungan," paparnya.

Dito mengatakan, Komisi VI akan membahas permasalahan tersebut bersama dengan pemerintah. Sehingga bisa segera dicarikan solusi atas permasalah yang terjadi di industri automotif nasional. "Nanti pasti akan kami bahas saat rapat kerja dengan pemerintah," tegas dia.

Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan produsen mobil di Tanah Air menghentikan sementara produksi mobil untuk ekspor. "Otomatis stop produksi, karena masih ada hal yang perlu di clear kan," ungkap.

Meskipun VTA (Vehicle Type Approval) yang dibuat Indonesia sudah dibuat agar memenuhi persyaratan yang diinginkan Vietnam, namun peraturan Prime Minister Decree No. 116/2017 dan Circular No. 03/2018 tetap membuat ekspor mobil dari Indonesia berisiko.

"Selama peraturan nomor 116 masih berlaku ya masih ada kendala buat ekspor kita,"ungkap Kukuh. Dari Januari hingga April, ekspor dari Indonesia terhenti. Padahal, volume ekspor mobil ke Vietnam mencapai 38 ribu hingga 40 ribu unit per tahun.

Pemerintah Indonesia telah mengirin delegasi yang melakukan konsultasi teknis dengan PeĀ­merintah Vietnam dan asosiasi kendaraan bermotor Vietnam. Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Gaikindo.

"Kami juga sudah bertemu dengan asosiasi kendaraan bermotor Vietnam di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kami harap segera ada kabar positif," cetus Kukuh.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, peraturan Prime Minister Decree No. 116/2017 dan Circular No. 03/2018 menjadi technical barrier bagi ekspor Indonesia. "Dalam peraturan itu mobil yang kita ekspor diharuskab diuji sejauh 3.000 kilometer,"ungkap Yohannes kepada KORAN SINDO.

Pemerintah Vietnam, kata dia, melakukan pengambilan sample sebanyak 2 unit per model per shipment. "Misalnya ada 5 model dalam satu shipment sebanyak 700 unit. Maka diambil masing-masing dua unit. Jika tidak lolos semua mobil akan dikembalikan," paparnya.

Hal ini akan menjadi persoalan karena mobil yang diekspor hanya memiliki dokumen ekapor. "Lagipula jika dikembalikan semua kan jadi mobil bekas. Apalagi Vietnam setir kiri dan kita setir kanan," cetusnya

Menurut Yohannes, Gaikindo juga mendapatkan informasi jika kebijakan serupa akan diterapkan untuk ekspor konponen dari Indonesia ke Vietnam. "Ini tentu industri kita akan terpukul," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimisme Pasar Mobil...
Optimisme Pasar Mobil Domestik dan Ekspor Menggeliat Pada Kuartal IV
Dikebut, Pelabuhan Patimban...
Dikebut, Pelabuhan Patimban 2020 Soft Launching Akhir Tahun Ini
Di Tengah Pandemi Covid-19,...
Di Tengah Pandemi Covid-19, Industri Automotif Dunia Mulai Bangkit
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Industri Automotif Nasional...
Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Ekonomi Thailand Resesi,...
Ekonomi Thailand Resesi, Ini Dampak yang Akan Dialami Indonesia
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat...
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat Beralih ke Frugal Living
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved