Ketergantungan Impor Pangan RI Menggerus Devisa Negara

Rabu, 18 April 2018 - 15:16 WIB
Ketergantungan Impor...
Ketergantungan Impor Pangan RI Menggerus Devisa Negara
A A A
JAKARTA - Kebiasaan impor pangan yang dilakukan Indonesia, hingga nilainya melebihi angka ekspor menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef) berdampak kepada devisa negara. Hal tersebut membuat devisa negara perlahan mulai tergerus hingga membuat defisit neraca perdagangan.

Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, defisit neraca perdagangan dari sektor pertanian sudah terjadi sejak 2007, silam. Atas dasar kondisi itu, Ia menilai pemerintah terlalu banyak membuang kesempatan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Sektor pertanian membuang devisa negara. Kebijakan impor ini tidak memberikan dampak outpot sektoral maupun komoditi dari industri pengolahan tersebut," ujar Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Lebih lanjut Ia menerangkan, bahwa neraca perdagangan Indonesia masih memiliki tren negatif. Lantaran, rendahnya ekspor sektor pertanian yang dilakukan oleh Indonesia. Indef mencatat pertumbuhan impor sektor pertanian masih 50%, sedangkan ekspor tumbuh hanya 8%.

"Neraca perdagangan kita masih negatif trennya. Dimana daya saing dari komoditas ekspor kita lemah. Kalau tarik di hulunya. Maka daya saing turun dan industri produktivitas tidak baik sehingga cenderung akan naik ketergantungan impor itu terbukti dimana daya saing barang-barang domestik itu lemah," paparnya.

Tidak hanya itu, Indef mencatat lebih dari 60% bahan baku industri makanan pun harus dipenuhi dari impor. Apalagi, pemerintah terus mengupayakan ketersediaan beras guna menjamin masyarakat menikmati beras dengan harga yang layak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soal Impor Beras, Pengamat...
Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Stok Beras Dinilai Cukup,...
Stok Beras Dinilai Cukup, Tiga Organisasi Pertanian Tolak Impor
Perkuat CBP, Pemerintah...
Perkuat CBP, Pemerintah Impor 24.000 Ton Beras
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Persoalan Cadangan Beras...
Persoalan Cadangan Beras Indonesia Selalu Berulang Setiap Tahun
Tanpa Bayar Denda, 1.600...
Tanpa Bayar Denda, 1.600 Kontainer Beras Impor Bisa Dianggap Ilegal
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved