Perdagangan Bebas, RI Perlu Tambah Aturan Hambatan Non Tarif

Rabu, 18 April 2018 - 16:25 WIB
Perdagangan Bebas, RI...
Perdagangan Bebas, RI Perlu Tambah Aturan Hambatan Non Tarif
A A A
JAKARTA - Menghadapi era perdagangan bebas, Indonesia menurut Institute for Developement of Economic (Indef) perlu ‎menambah jumlah instrumen hambatan nontarif (non-tariff barrier) untuk produk-produk impor. Pasalnya jika tidak, perjanjian perdagangan bebas dinilai justru merugikan karena RI tidak mampu melindungi produk lokal.

(Baca Juga: Kebiasaan Impor Pangan RI Menggerus Devisa Negara )

Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menerangkan, memang dalam perdagangan bebas soal tarif untuk produk impor didorong supaya menurun pada setiap negara. Akan tetapi aturan atau hambatan non tarif cenderung mengalami peningkatan.

"Kalau dilihat ada beberapa produk secara garis besar impor seperti beras, jagung, gula, terdapat hambatan nontarif terkait syarat kesehatan dan kebersihan di dunia mencapai 12.390 aturan Sementara Indonesia hanya menetapakan 79 saja, jadi sangat lemah sekali," ujar Ahmad di Kantor Indef, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Menurutnya, aturan nontarif ini justru yang merugikan Indonesia dalam perdagangan bebas. Pasalnya, banyak barang impor yang masuk, tapi Indonesia sulit memasukan produk lokal ke negara lain. "Kita keluar susah, begitu masuk ke dalam mudah. Global food securty indek kita masih jauh sekali dari ASEAN. Kita peringkat 69 dari 120 negara," tuturnya.

Bila dilihat dari produk berdaya saing, kata Ahmad, kita hanya bisa membanggakan kelapa sawit, selebihnya masih kalah dari produk asal Thailand dan Vietnam. "Daya saing produk pertanian, kita di bawah Vietnam, Thailand. Unggul di produk kelapa sawit, cuma itu yang bisa dibanggakan. Lainnya di bawah Thailand dan Vietnam," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak RCEP: Ekspor...
Dampak RCEP: Ekspor Meningkat, Impor Terjaga
Perdagangan Bebas ASEAN...
Perdagangan Bebas ASEAN Plus Disepakati, Apindo: Persaingan Makin Sengit!
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
ASEAN, China, Jepang...
ASEAN, China, Jepang Bersatu Siap Kuasai Ekonomi
Indef Bingung, Strategi...
Indef Bingung, Strategi Perdagangan Indonesia Berorientasi Ekspor atau Impor?
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
56 menit yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
1 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
2 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
3 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
4 jam yang lalu
Infografis
Uni Emirat Arab dan...
Uni Emirat Arab dan Israel Sepakat Perjanjian Perdagangan Bebas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved