Indonesia Belum Berminat Kembangkan Pembangkit Nuklir

Kamis, 19 April 2018 - 12:16 WIB
Indonesia Belum Berminat...
Indonesia Belum Berminat Kembangkan Pembangkit Nuklir
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku belum berminat untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Tanah Air. Pasalnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi jika Indonesia akan mengembangkan PLTN di dalam negeri.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, banyak masyarakat salah persepsi mengenai PLTN dengan menyatakan bahwa pengembangan listrik berbasis nuklir lebih murah ketimbang listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Padahal nuklir pun tidak lebih murah dibanding EBT.

"Untuk energi mix, banyak yang mengatakan mari coba nuklir. Coba lihat mana yang lebh murah nuklir atau EBT?," tanyanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Mantan Menteri ESDM ini menyebutkan, banyak yang menyatakan bahwa harga produksi listrik yang dihasilkan dari nuklir dihargai sekitar 6 sen dolar hingga 7 sen dolar per kilowatt hour (kWh). Padahal, harga produksi listrik yang dihasilkan dari nuklir bisa mencapai 14 sen dolar per kWh.

Dia pun mengaku pernah mempertanyakan langsung hal ini kepada pemain nuklir dunia, Rosatom dari Rusia. Mereka pun menyatakan bahwa harga produksi listrik berbasis nuklir sekitar 12 sen dolar per kWh.

"Jadi itu data di lapangan. Belum lagi kita punya challenges di nuklirnya," imbuh dia.

Terlepas dari hal itu, Arcandra menyatakan pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis EBT di Indonesia. Namun, pemerintah juga menginginkan pembangkit listrik EBT yang dikembangkan di Indonesia tidak meningkatkan biaya pokok produksi (BPP) dari listrik tersebut.

"Pemerintah komitmen terhadap EBT. Tapi harus ada strateginya. Strategi ini yang sedang kita jalankan. Bagaimana renewable energy sebisa mungkin tidak menaikkan BPP," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Potensi Air Papua Dibidik...
Potensi Air Papua Dibidik Australia, Kementerian ESDM Godok Konsep REBID
Kementerian ESDM Peragakan...
Kementerian ESDM Peragakan Jurus Tekan Energi Fosil
Tersisa 2 Syarat, RI...
Tersisa 2 Syarat, RI Bisa Punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di 2049
Punya Sumber Angin,...
Punya Sumber Angin, Sulawesi Potensial dalam Pengembangan Energi Terbarukan
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit EBT Tambah 217 MW di Semester I 2021
Dirjen EBTKE Paparkan...
Dirjen EBTKE Paparkan Potensi PLTS Terapung di Jawa
Berita Terkini
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
28 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni
38 menit yang lalu
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000 per Gram, Simak Rinciannya
3 jam yang lalu
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved