Bank Indonesia Diminta Hati-Hati Intervensi Rupiah

Minggu, 22 April 2018 - 20:01 WIB
Bank Indonesia Diminta...
Bank Indonesia Diminta Hati-Hati Intervensi Rupiah
A A A
MATARAM - Nilai tukar rupiah sempat menembus angka Rp13.900 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) dinilai perlu berhati-hati dalam melakukan intervensi terhadap pelemahan rupiah.

Menurut Head of Economic and Market Research UOB Enrico Tanuwidjaja, BI harus terus mengawasi dan memonitor pergerakan rupiah agar tetap pada level yang aman. "Sebenarnya ultimate goal dari sentral bank adalah untuk menjaga kestabilan," kata Enrico saat pelatihan wartawan BI di Mataram, Nusa Tenggara Barat akhir pekan ini.

Dia melanjutkan, pelemahan mata uang rupiah tidak bisa dilihat berdasarkan levelnya saja. Pelemahan mata uang rupiah juga bisa dilihat dari besarnya gejolak (volatilitas) rupiah terhadap dolar AS yang dapat mempengaruhi kondisi dalam negeri. "Mau level berapa pun bisa, tapi kita lihat mematok forecast 23 market rupiah di sekitar Rp13.750-an, secara gradual. Masalah level itu bukan berarti pertanyaan utama. Tapi seberapa volatile untuk bisnis agar lebih stabil," jelas dia.

Enrico juga menilai bahwa sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu faktor yang menahan apresiasi rupiah terhadap dolar AS. "Risiko kenaikan suku bunga Fed bisa berdampak ke pembalikan modal dan berdampak negatif bagi rupiah," papar dia. Menurutnya, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Fed cukup tinggi, yakni tiga hingga empat kali kenaikan seiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat.

Pada kesempatan sama, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan terutama disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Tekanan terhadap rupiah terutama disebabkan oleh perbaikan indikator ekonomi AS yang diikuti ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga FFR yang lebih agresif, serta risiko berlanjutnya perang dagang AS-China.

Hal tersebut mendorong pembalikan modal asing dan tekanan depresiasi nilai tukar pada berbagai mata uang dunia, termasuk Indonesia. Namun, dengan didukung langkah stabilisasi yang ditempuh BI serta sejalan dengan tetap terkendalinya inflasi, kenaikan peringkat utang Indonesia, dan surplus neraca perdagangan yang mendorong aliran masuk investasi portofolio asing, rupiah kembali stabil pada paruh pertama April 2018.

"Rupiah rata-rata melemah sebesar 1,13% namun rupiah kembali stabil pada paruh pertama bulan April 2018 yang didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat dan sentimen positif kenaikan rating," jelas Firman.

Bank Indonesia akan terus mewaspadai meningkatnya risiko ketidakpastian pasar keuangan global dan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar. "Pasti BI akan jaga volatilitasnya, dilakukan stabilisasi nikai tukar. Diharapkan ke depan tekanan akan mereda," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah...
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
26 menit yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
40 menit yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
1 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
1 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
2 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved