Wall Street Berakhir Mixed Terseret Saham Teknologi

Selasa, 24 April 2018 - 08:29 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mixed Terseret Saham Teknologi
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Senin, kemarin waktu setempat berakhir bervariasi seiring kekhawatiran tentang permintaan smartphone yang melunak telah membebani saham teknologi hingga menyeret Nasdaq lebih rendah. Sementara optimisme laba melindungi terhadap kerugian yang lebih dalam.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/4/2018) saham teknologi menyeret indeks S & P 500 dan Nasdaq menjelang minggu besar pendapatan untuk sektor ini. Saham pembuat chip turun setelah pembuat chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (2330.TW), memangkas target pendapatan setahun penuh karena permintaan yang menyusut untuk smartphone.

Di sisi lain imbal hasil obligasi AS naik ke level tertingginya sejak Januari 2014 di tengah kekhawatiran meningkatnya pasokan utang pemerintah dan percepatan inflasi. "Pasar jelas ketakutan oleh langkah ini di pasar obligasi," kata Wakil Presiden Senior Wedbush Securities Stephen Massocca di San Francisco.

Analis memperkirakan pertumbuhan laba di perusahaan S & P 500 hampir 20% pada kuartal pertama, yang menunjukkan terkuat dalam tujuh tahun, menurut data Thomson Reuters. Induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) naik sedikit dalam perdagangan untuk kemudian berfluktuasi setelah rilis pendapatannya, perusahaan melaporkan lonjakan 73% laba pada kuartal pertama.

Hasil kuartalan diharapkan pada pekab ini akan dilaporkan 181 perusahaan S & P 500, termasuk perusahaan besar teknologi seperti Facebook Inc (FB.O), Microsoft Corp (MSFT.O), Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Intel Corp (INTC.O).

Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat turun 14,25 poin atau 0,06% menjadi 24.448,69 sedangkan S & P 500 naik 0,15 poin setara 0,01% ke level 2.670,29. Selanjutnya Komposit Nasdaq menyusut 17,53 poin atau 0,25% di posisi 7.128,60.

Dari 11 sektor utama indeks S & P, enam di antara mengakhiri sesi pada wilayah positif, dengan persentase keuntungan terbesar berasal dari indeks Telecom SPLRCL. The Philadelphia Semiconductor index. SOx ditutup turun 1,3% usai memposting sesi penurunan keempat beruntun di tengah kekhawatiran pelambatan permintaan smartphone.

Saham perusahaan aluminium turun karena Amerika Serikat membuka pintu bantuan bagi raksasa aluminium Rusia United Company Rusal Plc (0486.HK). Alcoa (AA.N) jatuh 13,5% dan Arconic (ARNC.N) merosot 5,2% menjadikannya persentase terbesar pada S & P. Volume perdagangan bursa AS mencapai 5,76 miliar saham, dibandingkan dengan 6,80 miliar rata-rata untuk sesi penuh.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
14 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
18 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
29 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
50 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved