IATA Targetkan Peningkatan Pendapatan Sebesar 25% di 2018

Kamis, 26 April 2018 - 18:07 WIB
IATA Targetkan Peningkatan...
IATA Targetkan Peningkatan Pendapatan Sebesar 25% di 2018
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) menargetkan pendapatan tahun ini meningkat setidaknya sebesar 25% dibandingkan tahun lalu. Tercatat, tahun lalu perseroan membukukan pendapatan USD16,2 juta, sedangkan untuk tahun ini ditargetkan meningkat menjadi USD20 juta atau setara Rp276 miliar.

"Target pesimistis kita dapat meningkat dari USD16 juta menjadi USD20 juta," kata Wakil Presiden Direktur IATA Wishnu Handoyono mengatakan, di acara konferensi pers Rapat Umum Pemgang Saham Tahunan (RUPST), di Gedung MNC Financial Center, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Menurut dia, upaya peningkatan pendapatan tahun ini dilakukan dengan sejumlah strategi. Pertama, pihaknya akan mengikuti tender-tender yang diadakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Kedua, meningkatkan promosi private jet business .

"Untuk menunjang aktivitas tersebut, perseroan memiliki rencana kerja sama dengan agency penerbangan baik umum maupun medis," imbuhnya.

Strategi lainnya, meningkatkan bisnis aircraft management, yaitu pengelolaan dan pemeliharaan pesawat milik pihak lain yang didaftarkan kepada perseroan. Awal tahun ini menurutnya IATA telah memperoleh kontrak kerja sama penyewaan pesawat dengan beberapa perusahaan termasuk untuk evakuasi medis.

Selanjutnya, perusahaan juga akan mengoptimalkan spot charter di Balikpapan. Tidak hanya itu, perusahaan juga akan memaksimalkan kapasitas volume produksi peningkatan jasa pelabuhan batu bara. "Kami telah menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang untuk meningkatkan kapasitas volume jasa pelabuhan," kata dia.

Di sisi lain, IATA mencatat rugi bersih tahun 2017 sebesar USD6,76 juta. Nilai tersebut menurun dibandingkan tahun 2017 sebesar USD10,99 juta. Sementara pendapatan IATA pada 2017 tercatat sebesar USD16,10 juta atau turun sebesar 1,04% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD16,27 juta.

"Dengan demikian, RUPS Tahunan 2017 menyetujui untuk tidak membagikan dividen," kata dia.

Wishnu mengungkapkan, penurunan pendapatan disebabkan harga minyak dunia yang mulai merangkak naik sehingga biaya penggunaan bahan bakar meningkat. Selain itu turunnya pendapatan juga dikarenakan perekonomian sedang menurun sehingga sewa pesawat ikut turun.

"Tahun lalu harga batu bara juga sempat mengalami penurunan sekitar USD60 per metrik ton. Namun tahun ini kita optimistis mengalami peningkatan," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Usaha IATA Peroleh...
Anak Usaha IATA Peroleh Sertifikat Operator Pesawat Udara
Melesat 34 Persen, IATA...
Melesat 34 Persen, IATA Pimpin Top Gainers Hari Ini
Wow! PT Multi Bintang...
Wow! PT Multi Bintang Indonesia Tbk Teguk Laba Rp924,7 Miliar di 2022
IATA Pastikan Operasional...
IATA Pastikan Operasional Tetap Berjalan di Masa Pandemi Covid-19
IATA Bukukan Pendapatan...
IATA Bukukan Pendapatan Rp1,5 Triliun di Semester I 2023
IATA Akan Peroleh Suntikan...
IATA Akan Peroleh Suntikan Aset Senilai USD181,9 Juta
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved