IATA Akan Peroleh Suntikan Aset Senilai USD181,9 Juta
Rabu, 01 Desember 2021 - 15:40 WIB
loading...
Penandatangan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) saham bersyarat PT Bhakti Coal Resources antara IATA dan BHIT. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Setelah mengumumkan rencana akuisisi tambang batubara pada Oktober lalu, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk ( IATA ) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan PT MNC Investama Tbk ( BHIT ) untuk mengakuisisi 99,33% saham PT Bhakti Coal Resources (BCR).
Dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (1/12/2021), disebutkan bahwa BCR adalah perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
IUP yang dimiliki BCR antara lain PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), sudah dalam tahap produksi, dengan perkiraan produksi sebesar 2,5 juta metrik ton tahun ini. Sedangkan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) akan mulai memproduksi batubara pada 2022.
Baca Juga: APBI Yakini Prospek Ekspor Batu Bara Tetap Bagus 1 Dekade ke Depan
Sementara, lima IUP lainnya, PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Primaraya Energi (PE), dan PT Putra Mandiri Coal (PUMCO) akan mulai beroperasi dalam satu atau dua tahun mendatang.
Total luas area pertambangan untuk sembilan IUP tersebut adalah 74.004 hektare (ha). Estimasi total sumber daya BSPC dan PMC yaitu sebesar 130,7 juta MT dan 76,9 juta MT dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT. Sementara, kisaran GAR BSPC dan PMC adalah 2.800-3.600 kkal/kg. Berdasarkan data internal BCR, tujuh IUP lainnya memiliki estimasi total sumber daya hingga lebih dari 1,4 miliar MT.
Dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (1/12/2021), disebutkan bahwa BCR adalah perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
IUP yang dimiliki BCR antara lain PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), sudah dalam tahap produksi, dengan perkiraan produksi sebesar 2,5 juta metrik ton tahun ini. Sedangkan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) akan mulai memproduksi batubara pada 2022.
Baca Juga: APBI Yakini Prospek Ekspor Batu Bara Tetap Bagus 1 Dekade ke Depan
Sementara, lima IUP lainnya, PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Primaraya Energi (PE), dan PT Putra Mandiri Coal (PUMCO) akan mulai beroperasi dalam satu atau dua tahun mendatang.
Total luas area pertambangan untuk sembilan IUP tersebut adalah 74.004 hektare (ha). Estimasi total sumber daya BSPC dan PMC yaitu sebesar 130,7 juta MT dan 76,9 juta MT dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT. Sementara, kisaran GAR BSPC dan PMC adalah 2.800-3.600 kkal/kg. Berdasarkan data internal BCR, tujuh IUP lainnya memiliki estimasi total sumber daya hingga lebih dari 1,4 miliar MT.
Lihat Juga :