Trump Tunda Tarif Tinggi Impor Baja dan Alumunium Bagi 3 Negara

Selasa, 01 Mei 2018 - 17:21 WIB
Trump Tunda Tarif Tinggi...
Trump Tunda Tarif Tinggi Impor Baja dan Alumunium Bagi 3 Negara
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memperpanjang negosiasi terkait tarif impor untuk komoditas baja dan aluminium selama 30 hari dengan Kanada, Uni Eropa (UE) dan Meksiko. Serta dikabarkan juga telah mencapai kesepakatan bersama Argentina, Brazil serta Australia.

Seperti dilansir BBC, Selasa (1/5/2018) sejak Maret 2018, lalu Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif sebesar 25% untuk impor baja AS dan 10% bagi aluminium untuk seluruh negara di dunia. Selanjutnya beberapa negara kemudian dibebaskan sementara dari kebijakan tarif tersebut di antaranya Kanada, UE dan Meksiko.

Uni Eropa mengatakan keputusan menunda tarif impor bakal memperpanjang ketidakpastian pasar yang tentunya berdampak kepada bisnis. Lebih lanjut UE mengaku membuka lebar diskusi, meski memperingatkan. ""Sebagai mitra lama dan teman dari AS, kami tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman," bunyi pernyataan UE.

China sendiri tidak termasuk dalam pengecualian, untuk kemudian membalas lewat penerapan tarif impor tinggi untuk beberapa produk asal Negeri Paman Sam -julukan AS-. Menanggapi aksi balasan China, Trump menanggapinya dengan menerapkan lebih luas tarif impor tinggi AS terhadap Beijing hingga meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Di sisi lain, Korea Selatan (Korsel) mendapatkan pengecualian tanpa batas dengan imbalan potongan 30% ekspor baja ke AS. "Dalam semua perundingan ini, pemerintah fokus pada kuota yang akan menahan impor, mencegah transshipment dan melindungi keamanan nasional," kata sebuah pernyataan dari Gedung Putih.

Lebih lanjut pemerintah AS menerangkan, rincian perjanjian dengan Argentina, Brasil dan Australia akan "segera diselesaikan". Sedangkan Kanada dan Meksiko sebelumnya telah diberikan pengecualian hingga 1 Mei, saat pembicaraan berlangsung di atas NAFTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara), seperti juga Argentina, Australia, Brasil dan UE. Pembicaraan tersebut akan dimulai minggu depan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
4 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
5 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
5 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
5 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved