Jelang Keputusan Fed, Dolar Kangkangi Mata Uang Utama Dunia
Rabu, 02 Mei 2018 - 12:51 WIB
Jelang Keputusan Fed, Dolar Kangkangi Mata Uang Utama Dunia
A
A
A
SINGAPURA - Menjelang dirilisnya kebijakan Federal Reserve, dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan nyaris di level tertingginya dalam empat bulan terakhir. Para pelaku pasar menunggu pernyataan the Fed yang akan menjadi petunjuk terkait kebijakan pengetatan moneter AS selanjutnya.
Sejauh ini, pasar meyakini the Fed akan mempertahankan tingkat suku bunganya pada pertemuan kali ini. Namun, Bank Sentral AS tersebut diyakini masih akan melanjutkan langkah pengetatan moneter dengan kembali menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lagi tahun ini.
Pertemuan the Fed selanjutnya dijadwalkan pada 12-13 Juni 2018. Para pelaku pasar kebanyakan berekspektasi pada saat itulah the Fed akan mengumumkan kenaikan tingkat bunga selanjutnya.
Indeks dolar yang sempat turun 0,1% menjadi 92,379 pada Selasa (1/5) kembali naik ke 92,570, level terkuatnya dalam empat bulan terakhir. Dolar disokong oleh outlook kuatnya perekonomian AS, di tengah pelambatan yang terjadi di bagian lain dunia, khususnya di Eropa.
"Dengan latar belakang ini, tren pembelian dolar kemungkinan masih akan berlanjut," ujar Ekonom Sumitomo Mitsui Banking Corporation Hirofumi Suzuki yang dikutip Reuters, di Singapura, Rabu (2/5/2018).
Sementara, di dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berlanjut. Berdasarkan kurs referensi BI, rupiah berada di level Rp13.936/USD. Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang ini berada di level Rp13.933/USD. Sementara data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di level Rp13.945/USD.
Sejauh ini, pasar meyakini the Fed akan mempertahankan tingkat suku bunganya pada pertemuan kali ini. Namun, Bank Sentral AS tersebut diyakini masih akan melanjutkan langkah pengetatan moneter dengan kembali menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lagi tahun ini.
Pertemuan the Fed selanjutnya dijadwalkan pada 12-13 Juni 2018. Para pelaku pasar kebanyakan berekspektasi pada saat itulah the Fed akan mengumumkan kenaikan tingkat bunga selanjutnya.
Indeks dolar yang sempat turun 0,1% menjadi 92,379 pada Selasa (1/5) kembali naik ke 92,570, level terkuatnya dalam empat bulan terakhir. Dolar disokong oleh outlook kuatnya perekonomian AS, di tengah pelambatan yang terjadi di bagian lain dunia, khususnya di Eropa.
"Dengan latar belakang ini, tren pembelian dolar kemungkinan masih akan berlanjut," ujar Ekonom Sumitomo Mitsui Banking Corporation Hirofumi Suzuki yang dikutip Reuters, di Singapura, Rabu (2/5/2018).
Sementara, di dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berlanjut. Berdasarkan kurs referensi BI, rupiah berada di level Rp13.936/USD. Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang ini berada di level Rp13.933/USD. Sementara data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di level Rp13.945/USD.
(fjo)
Lihat Juga :