Pendapatan Naik 13%, Hartadinata Raih Laba Rp191,6 miliar

Kamis, 03 Mei 2018 - 16:01 WIB
Pendapatan Naik 13%,...
Pendapatan Naik 13%, Hartadinata Raih Laba Rp191,6 miliar
A A A
JAKARTA - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat total pendapatan pada 2017 naik 13% menjadi Rp2,48 triliun. Dengan ini, perseroan meraih laba operasional Rp191,6 miliar atau meningkat 7,83% dibanding dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp177,7 miliar.

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto menjelaskan, penjualan yang diraih merupakan hasil dari pihak wholesaler yang memberikan kontribusi 91,66% dan dari toko milik sendiri 8,33%, serta adanya tambahan pendapatan dari imbalan waralaba 0,01%.

"Pada tahun 2017, perseroan sudah mampu menangkap peluang pasar dengan baik. Berbagai inisiatif strategis dilakukan guna mencapai tujuan perseroan," ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Sandra menyampaikan, saat ini Hartadinata selaku produsen dan penyedia perhiasan emas sudah mendistribusikan produk melalui 33 wholesaler, termasuk 600 lebih jaringan ritel, dan 22 toko sendiri dengan komposisi 90:10 dari total penjualan untuk setiap saluran distribusi.

Sebelum IPO, kata dia, perseroan hanya memiliki outlet di Jawa, namun setelahnya, mulai berekspansi ke beberapa kota di Indonesia seperti Medan, Batam, Palembang, Pontianak, Jakarta, Semarang, Solo, Bali, Surabaya dan Makassar.

Selama tahun 2017, Hartadinata telah membuka 11 toko perhiasan emas baru, yang terdiri dari dua toko ACC milik sendiri dan empat toko ACC dengan sistem waralaba di daerah Bandung, Jakarta dan Batam.

Selain itu, ada lima toko ACC yang bekerja sama dengan Matahari Department Store yang bertujuan membuka saluran distribusi yang mudah diakses serta untuk meningkatkan daya saing dalam memasuki pasar-pasar baru di seluruh kota di Indonesia.

Dia menambahkan, perseroan tahun ini juga telah membuka satu gerai baru untuk kalangan menengah atas, yang rencananya juga akan dikembangkan di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Tingginya kontribusi kelas menengah bawah tersebut menjadi pertimbangan untuk terus meningkatkan penetrasi produk di pasar kelas ini.

"Rencana ke depannya, perseroan akan terus memperkuat penetrasi pasar nasional melalui perluasan jaringan retail maupun wholesaler ke seluruh kota di Indonesia. Peningkatan penjualan yang dicapai didominasi oleh pasar perhiasan dengan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah, yang memberikan kontribusi sebesar 70,3% terhadap total produk yang dipasarkan perseroan," pungkas Sandra.

Saat ini, perseroan memiliki empat pabrik yang berlokasi di Jawa Barat untuk memproduksi seluruh perhiasan emas yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Pabrik ini memiliki total kapasitas produksi setiap bulan sebesar 2.500 kg dan sampai saat ini, produksi yang dilakukan tiap bulan mencapai 747 kg meningkat dibanding tahun 2016 yaitu sebesar 665 kg.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Emas Laris Manis, Hartadinata...
Emas Laris Manis, Hartadinata Cetak Rp78,8 M di Kuartal II/2020
Tertinggi Sepanjang...
Tertinggi Sepanjang Masa, Pendapatan HRTA di 2025 Tumbuh 144% Capai Rp44,55 Triliun
HRTA Gold Hadirkan Edisi...
HRTA Gold Hadirkan Edisi Imlek, Satukan Nilai Emas dan Tradisi
Masuk Fortune 500 Southeast...
Masuk Fortune 500 Southeast Asia Dua Tahun Beruntun, Bukti Strategi HRTA Solid
Jual 3,62 Ton Emas Murni,...
Jual 3,62 Ton Emas Murni, HRTA Kantongi Fulus Rp3,22 Triliun
Emas Bukan Sekadar Investasi...
Emas Bukan Sekadar Investasi Jangka Panjang, tapi Sebagai Penjaga
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved