Jaga Rupiah, BI Amandemen Perjanjian Bilateral Swap dengan Jepang

Jum'at, 04 Mei 2018 - 18:41 WIB
Jaga Rupiah, BI Amandemen...
Jaga Rupiah, BI Amandemen Perjanjian Bilateral Swap dengan Jepang
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyepakati rencana amandemen perjanjian bilateral swap arrangement (BSA) antara Indonesia dan Jepang. Kesepakatan dilakukan di tengah rangkaian pelaksanaan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 di Manila pada 4 Mei 2018.

Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi mengatakan, bilateral swap ini merupakan fasilitas yang diberikan Jepang jika bank sentral membutuhkan devisa tambahan untuk melakukan stabilitas nilai tukar rupiah.

"Jadi hari ini, 4 Mei di Manila sedang berlangsung pertemuan antara Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3. Jadi ini bagian dari rangkaian pertemuan tadi," katanya saat berbincang dengan media di Gedung BI, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Doddy menjelaskan, substansi dari amandemen ini untuk memberikan tambahan fleksibilitas. Jika sebelumnya BI hanya bisa menarik fasilitas ini dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD), maka dalam amandemen ini pemerintah Jepang memberikan fasilitas tambahan dengan mengizinkan bank sentral untuk menarik bilateral swap dalam bentuk yen Jepang (JPY).

"Yang berbeda dari bilateral swap yang berlaku adalah itu bisa kita tarik. Sebelumnya dalam bentuk dolar saja, sekarang dalam bentuk yen Jepang. Jadi ada unsur tambahan fleksibilitas. Itu sebenarnya substansi dari amandemen ini. Kita juga sepakat melaksanakan pembicaraan detail supaya amandemen ini bisa kita finalkan segera. Itu pokoknya," imbuh dia.

Menurutnya, amandemen ini sifatnya merupakan kelanjutan karena perjanjian BSA Indonesia dengan Jepang telah dilakukan sejak 2003. BSA terakhir yang dilakukan pada 12 Desember 2016. Sejatinya baru berakhir pada 12 Desember 2019, namun kedua negara sepakat untuk mengamandemen perjanjian tersebut saat ini.

"Karena kita ingin memperkuat, meskipun belum jatuh tempo kita komit untuk lakukan amandemen," tutur dia.

Dalam amandemen BSA ini, BI bisa menarik devisa dari pemerintah Jepang senilai USD22,76 miliar. Jumlah ini tidak berubah dari perjanjian BSA sebelumnya.

"Inilah nilai keseluruhan devisa yang bisa kita tarik jika ingin memperkuat cadangan devisa. Amandemen ini sifatnya penguatan dan bukan sekadar memperpanjang, jadi penguatan dari fasilitas yang sudah ada. Yaitu memberikan fleksibilitas lebih kepada BI dalam bentuk mata uang yang lebih variatif. Kalau sekarang hanya bisa ditarik dalam bentuk USD, nanti bisa dalam bentuk yen," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
10 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved