Gunakan Green Chiller, Phapros Hemat Rp440 Juta per Tahun

Minggu, 06 Mei 2018 - 09:01 WIB
Gunakan Green Chiller,...
Gunakan Green Chiller, Phapros Hemat Rp440 Juta per Tahun
A A A
JAKARTA - Sebagai bagian komitmen dalam melakukan efisiensi konsumsi energi dan menekan biaya operasional, PT Phapros Tbk di Semarang, Jawa Tengah, menjadi pelaku industri pertama yang menggunakan sistem pendingin berteknologi green chiller di Indonesia. Teknologi sistem pendingin berbasis hidrokarbon tersebut selain ramah lingkungan juga dapat menghemat listrik hingga 30%.

Berkapasitas masing-masing sebesar 231,9 kW dengan isi refrigeran hidrokarbon sebanyak 30 kg, green chiller diperkirakan mampu menghemat penggunaan listrik sampai dengan 394.311 kWh/tahun atau setara dengan Rp440 juta/tahun.

"Dengan penghematan bisa mencapai Rp440 juta/tahun, ini merupakan proyek yang sangat menguntungkan. Pengembalian biaya investasi selama 2,52 tahun, seharusnya ini bisa diterapkan oleh industri sejenis," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam siaran pers, Minggu (6/5/2018).

Rida saat meresmikan pemasangan dua chiller hidrokarbon pada fasilitas gedung produksi PT Phapros di Semarang menyebutkan, sistem tersebut memiliki banyak manfaat, di antaranya menurunkan biaya operasional karena menggunakan teknologi yang lebih efisien. Teknologi tersebut juga akan beroperasi dengan tekanan kerja yang 20% lebih rendah dibandingkan dengan refrigeran fluorocarbon. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi antara 17-30% dibandingkan dengan penggunaan refrigeran fluorocarbon.

Selain dapat menghemat penggunaan dan biaya listrik, implementasi chiller berbasis hidrokarbon ini juga mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 356 tCO2/tahun atau 7.121 tCO2 selama 20 tahun (masa pakai).

Chiller hidrokarbon pertama mulai dipasang di pabrik Phapros pada akhir 2017, menyusui kemudian chiller kedua pada Januari 2018. Chiller tersebut digunakan untuk mendinginkan berbagai ruangan untuk produksi obat, penyimpanan dan pembiakan bakteri di gedung produksi PT Phapros di Semarang.

Kementerian ESDM menegaskan akan terus mendorong para pelaku industri agar dapat melaksanakan program konservasi dan efisiensi energi, sehingga komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana dideklarasikan dalam Paris Agreement dapat terwujud.
(fjo)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Genjot...
Kementerian ESDM Genjot Capaian Energi Baru Terbarukan
Potensi Air Papua Dibidik...
Potensi Air Papua Dibidik Australia, Kementerian ESDM Godok Konsep REBID
Indonesia Prakarsai...
Indonesia Prakarsai SSTC Energi Terbarukan
India Agresif Kembangkan...
India Agresif Kembangkan Energi Baru Terbarukan, Bagaimana Indonesia?
Kementerian ESDM Peragakan...
Kementerian ESDM Peragakan Jurus Tekan Energi Fosil
PLTS Terkendala Pembiayaan,...
PLTS Terkendala Pembiayaan, Kementerian ESDM Colek Perbankan
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
15 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved