Wall Street Berbalik Menguat Saat AS Kembali Sanksi Iran

Rabu, 09 Mei 2018 - 08:12 WIB
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Menguat Saat AS Kembali Sanksi Iran
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Selasa kemarin waktu setempat memangkas kerugian hingga di akhir sesi mengalami sedikit perubahan. Sementara saham energi reli setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bakal menghentikan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Hal itu seperti dilansir Reuters, membenarkan apa yang diharapkan investor sebelumnya. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menarik diri dari perjanjian internasional yang dirancang pada 2015, silam. Saat itu Teheran sepakat menghentikan senjata nuklir yang diikuti pencabutan sanksi.

Sektor energi S & P menghapus kerugian sebelumnya untuk menutup sesi perdagangan lewat kenaikan sebesar 0,78% karena harga minyak sedikit membaik. Sanksi kepada Iran yang bakal kembali diterapkan berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global.

Keputusan untuk menghentikan perjanjian dengan Iran, kemungkinan akan meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah. Hal ini tentu mengecewakan sekutu Amerika dan yakni pihak Eropa serta akan mengganggu pasokan minyak global. Trump sendiri mengaku bersedia merundingkan kesepakatan baru dengan Iran.

Menjelang akhir sesi, pasar saham menghilangkan semua kerugian pada sesi sebelumnya. Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) berakhir lebih tinggi 0,01% pada level 24.360,21 sedangkan indeks S & P 500 berakhir turun 0,03% menjadi 2.671,92. Sedangkan komposit Nasdaq bertambah 0,02% di posisi 7.266,90.

Sektor industri S & P, keuangan dan indeks teknologi mengalami kenaikan, sementara utilitas ditambah layanan telekomunikasi jatuh cukup dalam. Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 6,9 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 6,5 miliar selama 20 sesi perdagangan terakhir.
(akr)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
4 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
4 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
5 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
5 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
5 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
5 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved