Wall Street Melompat Usai AS Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran

Kamis, 10 Mei 2018 - 08:01 WIB
Wall Street Melompat...
Wall Street Melompat Usai AS Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) pada Rabu waktu setempat, melompat tinggi seiring menguatnya saham-saham energi yang digerakkan oleh kenaikan harga minyak. Si emas hitam menguat setelah Presiden Donald Trump menarik negaranya keluar dari kesepakatan nuklir Iran.

Melansir CNBC, Kamis (10/5/2018), indeks S&P 500 ditutup 0,9% lebih tinggi menjadi 2.697,79, dengan saham energi naik 2%. Occidental Petroleum adalah salah satu saham berkinerja terbaik di S&P 500, naik 5,4%.

Indeks Down Jones Industrial Average melompat 182,33 poin menjadi 24.542,54, dengan saham Chevron dan Exxon Mobil berkinerja terbaik, dimana keduanya naik lebih dari 1,5%. Komposit Nasdaq naik 1% ditutup menjadi 7.339,91.

Trump pada Selasa waktu AS, akhirnya mengumumkan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran di tahun 2015. Selanjutnya, Trump akan melakukan sanksi terhadap Teheran. Beberapa negara Timur Tengah memuji langkah tersebut, meski tidak mendapat dukungan dari Uni Eropa.

"Kenaikan saham ini jelas karena sektor energi," kata Bill Northey, wakil presiden di US Wealth Management. Selain faktor kenaikan harga minyak imbas penarikan diri kesepakatan nuklir Iran, juga oleh menguatnya imbal hasil treasury 10 tahun yang di atas 3% pada perdagangan Rabu. Sebuah level tertinggi dalam hampir satu dekade.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
5 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
6 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved