Pendidikan Vokasi Industri, Menperin Gandeng Taiwan dan Singapura

Jum'at, 11 Mei 2018 - 16:57 WIB
Pendidikan Vokasi Industri,...
Pendidikan Vokasi Industri, Menperin Gandeng Taiwan dan Singapura
A A A
PALEMBANG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meneken penandatanganan kerja sama sebanyak 290 perjanjian, dalam upaya meningkatkan pendidikan vokasi serta dengan menggandeng Taiwan serta Singapura. Beberapa perusahaan industri bisa melakukan pembinaan terhadap satu SMK sesuai dengan program keahlian terkait dengan sektor industri.

"Kami telah bekerja sama dengan Institute of Technical Education (ITE) Singapura untuk pelatihan guru produktif bidang teknik permesinan, teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik dan otomatisasi industri sebanyak 100 orang. Kemudian, kerja sama dengan Formosa Training Center Taiwan untuk pelatihan sebanyak 100 guru di bidang machine tools," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Palembang, Jumat (11/5/2018).

Selain itu, sebanyak 12 perusahaan memberikan hibah peralatan praktik kepada 110 SMK di Sumatera Bagian Selatan. Peningkatan kompetensi guru disampaikan Menperin sebagai tindak lanjut dari peluncuran program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK. "Kemenperin telah melakukan beberapa kegiatan pada tahun 2018. Di antaranya adalah melaksanakan program peningkatan kompetensi guru produktif," katanya.

Kerja sama juga dilakukan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan di dalam negeri, yang melibatkan sebanyak 700 guru produktif. “Bahkan, kami memfasilitasi program magang guru di industri sebanyak 1.000 orang dan penyediaan silver expert hingga 50 orang,” lanjut Airlangga.

Di samping itu, program tindak lanjut lainnya yakni penyelarasan kurikulum dan modul pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri sebanyak 34 kompetensi keahlian. Selanjutnya, pemberian bantuan peralatan praktikum untuk SMK, dari kegiatan peluncuran pada tahap I-V kepada 410 SMK dari 80 perusahaan industri, serta kepada 74 SMK di Jawa Timur dan Jawa Tengah dari realokasi anggaran Kemenperin tahun 2017.

Menperin menambahkan, dalam upaya memacu industri nasional untuk mengembangkan pendidikan vokasi, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif fiskal berupa pengurangan penghasilan kena pajak sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan.

“Jadi, super deductible tax ini diberikan kepada industri yang membangun workshop, laboratorium, training center atau teaching factory, dan menyelenggarakan kegiatan vokasi serta memfasilitasi praktik kerja industri bagi siswa dan magang bagi guru SMK,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved