Produk Ikan Kaleng RI Mulai Merambah ke 86 Negara

Selasa, 15 Mei 2018 - 10:53 WIB
Produk Ikan Kaleng RI...
Produk Ikan Kaleng RI Mulai Merambah ke 86 Negara
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Adi Surya mengatakan, produksi ikan kaleng yang dilakukan perusahaan Indonesia kini sudah diimpor ke 86 negara. Dia menuturkan, sejarah ikan kaleng berasal dari Desa Muncar di Banyuwangi pada 1971. Adi pun berharap, produk ikan kaleng buatan perusahaan dalam negeri bisa semakin merajai pasar dalam dan luar negeri.

Meski begitu, Adi mengakui, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi secara benar mengenai produk ikan kaleng yang memiliki keunggulan protein, kalsium, dan mineral. Dia juga menyinggung, dahulu ada anggapan bahwa ikan kaleng itu berasal dari ikan yang daripada dibuang lebih baik dikalengkan, dan jelas itu pemahaman keliru.

"Ikan kaleng pakai pewarna dan pengawet, ini juga pemahaman keliru. Ada satu syarat ikan kaleng, syaratnya segar dari laut. Ikannya bahan bakunya beku laut, begitu ditangkap dibekukan di kapal. Kalau ditangkap nelayan ditangkap pakai pendingin," ujar Adi saat menghadiri Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan di Cibubur, Jakarta Timur.

Adi menerangkan, makan ikan kaleng itu sudah menjadi standar masyarakat dunia. Negara-negara yang memiliki musim dingin termasuk yang paling gemar makan ikan kaleng yang praktis. Dia juga menyinggung produk ikan kaleng dapat dijadikan menu sahur apabila masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memasak.

"Jadi standar ikannya tinggi kami bisa produksi masa kedaluarsa sampai tiga tahun. Proses sterilisasi komersil maka tak perlu pengawet, pakai teknologi tinggi dan pakai teknologi sterilisasi sampai bakteri saja mati. Makan ikan kaleng aman, sehat, dan bergizi, komplet," ujar Adi.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi keributan mengenai salah satu produk ikan kaleng. Adi mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh dan tetap mengonsumsi ikan untuk makanan sehari-hari. "Kalau kemarin ada ribut-ribut, karena ada persaingan di dalam negeri," kata Adi.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina mengatakan, kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 merupakan wahana informasi dan komunikasi dalam meningkatkan pembangunan kelautan dan perikanan di masyarakat. Rina menambahkan, acara bulan bakti juga diisi dengan pembagian ikan sehat dan bermutu kepada masyarakat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
32 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved