Impor Melejit, Neraca Dagang Indonesia-China Defisit USD5,76 Miliar

Selasa, 15 Mei 2018 - 15:25 WIB
Impor Melejit, Neraca...
Impor Melejit, Neraca Dagang Indonesia-China Defisit USD5,76 Miliar
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan nonmigas Indonesia dengan China terus terkontraksi sejak Januari hingga April 2018. Pada periode tersebut, neraca perdagangan Indonesia dengan China mengalami defisit USD5,76 miliar atau naik USD1,93 miliar, dibanding Januari-Maret 2018 sebesar USD3,82 miliar.

Ini terjadi karena realisasi ekspor Indonesia ke China jauh lebih kecil dibanding realisasi impor China ke Indonesia. Pada April 2018 saja, ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu turun hingga USD537 juta dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, pada periode yang sama, nilai impor China ke Indonesia naik hingga USD858,4 juta. "Jadi defisit terbesar itu dengan China sebesar USD5,76 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, merosotnya ekspor Indonesia ke China karena situasi perdagangan global yang saat ini tidak menentu. China saat ini tengah dalam posisi menahan produksi, sehingga ekspor Indonesia ke negara tersebut agak tertahan.

"Barang ekspor ke sana yang mengalami penurunan, bahan bakar mineral, besi dan baja turun 50% dan lemak dan minyak hewan nabati. Karena situasi perdagangan dunia susah ditebak," imbuh dia.

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Kecuk ini, penurunan juga disebabkan faktor eksternal karena kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat (The Fed), perang tarif, dan kondisi geopolitik di beberapa kawasan yang memengaruhi struktur ekspor Indonesia ke China.

"Makanya ke depan, kita harus diversifikasi barang ekspor dan pasar dan meningkatkan daya saing. Itu merupakan suatu keharusan. Karena nanti kita yang rugi ketika pertumbuhan ekonomi bagus kemudian agak ke kerek ke bawah hanya karena defisitnya melebar, kan sayang," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Barang China Masih Merajai...
Barang China Masih Merajai Produk-Produk Impor Indonesia
Terungkap! China Masih...
Terungkap! China Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Produk RI
Indonesia Masih Lahap...
Indonesia Masih Lahap Barang Impor dari China
Nilai Impor RI Bulan...
Nilai Impor RI Bulan Mei Capai USD18,61 Miliar, Ini Rinciannya
Impor Nonmigas RI Masih...
Impor Nonmigas RI Masih Dominan dari China, Nilainya Lampaui USD5 Miliar di Mei 2022
Jadi Pemasok Impor Terbesar,...
Jadi Pemasok Impor Terbesar, RI Nggak Bisa Lepas dari China
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
31 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
47 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved