Impor Melejit, Menko Darmin Sebut Karena Peningkatan Investasi

Selasa, 15 Mei 2018 - 18:08 WIB
Impor Melejit, Menko...
Impor Melejit, Menko Darmin Sebut Karena Peningkatan Investasi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa realisasi impor Indonesia yang meningkat pada April 2018, karena investasi di Indonesia mengalami peningkatan. Investasi yang meningkat, kata Darmin, tentu membuat impor barang modal dan bahan baku meningkat.

Pada April 2018, realisasi impor Indonesia sebesar USD16,09 miliar atau meningkat 11,28% dibanding Maret 2018. Sementara dibanding April 2017 meningkat sekitar 34,68%.

"Iya jadi kan kelihatannya proyek infrastruktur, di samping proyek investasi yang swasta yang lain, proyek investasi swasta yang lain itu ditunjukkan oleh meningkatnya pembentukan modal domestik," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Jika proyek infrastruktur dan investasi swasta lainnya mengalami pertumbuhan, kata Darmin, sudah pasti membutuhkan barang modal dan bahan baku. Tak ayal, pertumbuhan impor barang modal dan bahan baku meningkat sekitar 34% (year on year/yoy).

Menurutnya, hal ini tentu positif untuk perkembangan ekonomi di Indonesia. "Kenapa positif? Karena investasi berjalan, baik invetasi swasta maupun investasi dalam bentuk bangunan infrastruktur," imbuh dia.

Apalagi, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia ini, kontribusi barang modal dan bahan baku terhadap impor secara nasional mencapai 91%, sementara barang konsumsi hanya 9%. Artinya, kenaikan impor barang modal dan bahan baku pada periode ini tentu akan berdampak positif.

Darmin menambahkan, yang perlu dilakukan saat ini adalah mendorong ekspor untuk mengimbangi kenaikan impor tersebut. Sebab, pada April 2018 realisasi ekspor turun sekitar 7,19% dari USD15,59 miliar pada Maret 2018 menjadi USD14,47 miliar di April 2018.

"Selain mempercepat realisasi investasi dan pembangunan infrastruktur itu, yang dampakanya positif, ya pemerintah harus mendorong ekspor. Mengimbangi kenaikan impor itu. Kalau tidak, itu dampaknya akan tidak terlalu baik terhadap neraca pembayaran," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Bangun Wisata Medis,...
Bangun Wisata Medis, Menko Luhut Kaji Impor Dokter Asing ke Indonesia
Hadapi Tantangan Masa...
Hadapi Tantangan Masa Depan, Begini Desain Strategi Investasi RI
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut Sebut Indonesia...
Luhut Sebut Indonesia Negara Tujuan Investasi Nomor 4 di Dunia
Menko Luhut: Suka Tidak...
Menko Luhut: Suka Tidak Suka, China Kekuatan Dunia
Berita Terkini
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
16 menit yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
26 menit yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
3 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
4 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
4 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved