Wall Street Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Harga Minyak

Jum'at, 18 Mei 2018 - 08:52 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Wall Street mengakhiri sesi perdagangan yang bergelombang, kemarin waktu setempat hingga sedikit lebih rendah ketika investor masih memantau potensi mencuatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu fokus para pelaku pasar juga tertuju kepada lompatan harga minyak dunia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/5/2018) pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan, bahwa China telah sangat dimanjakan dengan perjanjian perdagangan. Komentar tersebut meragukan upaya AS untuk menghindari perang tarif antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Ucapan Trump juga memicu peningkatan kegelisahan investor pada awal putaran kedua perundingan tingkat tinggi. ""Saya pikir kekacauan perdagangan ini tentu saja mempengaruhi suasana hati," ujar Presiden Direktur Investasi Bell Investment Advisors Jim Bell, di Oakland, California.

"Ini menjadi sangat nyata, bisnis Amerika menderita. Masalah dengan tarig, apakah selslu buruk? mereka selalu meningkatkan biaya hampir semuanya untuk konsumen dan mereka menghancurkan lebih banyak pekerjaan daripada yang mereka hasilkan," sambungnya.

Sentimen selanjutnya datang dari harga minyak yang terus melonjak ke posisi tertinggi dalam tiga setengah tahun. Indeks S & P Energy melompat 1,3% dengan kenaikan terbesar dari sektor utama S & P 500.

Laporan ekonomi menunjukkan angka pengangguran AS turun ke level terendah sejak 1973 dan produsen di pertengahan Atlantik meminta harga lebih tinggi untuk produk mereka. Kondisi pasar tenaga kerja yang semakin ketat dan menguatnya inflasi mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS oleh Federal Reserve pada bulan depan.

Selain itu kenaikan imbal hasil obligasi AS yang ditutup 3,1131%, mempertahankan tren kenaikan tertinggi dalam hampir tujuh tahun dan menekan suku bunga karena investor mempertimbangkan apakah menawarkan obligasi jadi alternatif yang menarik untuk ekuitas yang lebih berisiko.

Dow Jones Industrial Average tercatat turun 54,95 poin atau 0,22% menjadi 24.713,98 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 2,33 poin yang setara 0,09% di posisi 2,720.13. Sementara komposit Nasdaq Composite menyusut 15,82 poin atau 0,21% ke level 7.382,47.

Sektor teknologi S & P 500 turun 0,5% ketika saham Walmart (WMT.N) jatuh 1,9%. Volume perdagangan pada bursa saham AS sejauh ini 6,37 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,65 miliar dalam sesi penuh.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
1 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
1 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
1 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
1 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
2 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved