Berbahaya bagi Kesehatan, Pemerintah Didesak Hapus Premium

Minggu, 20 Mei 2018 - 14:02 WIB
Berbahaya bagi Kesehatan,...
Berbahaya bagi Kesehatan, Pemerintah Didesak Hapus Premium
A A A
JAKARTA - Pemerintah didesak untuk menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Penghapusan tersebut dinilai tidak bisa ditawar lagi, setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan Peraturan Menteri Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 Tahun 2017 yang mengatur tentang penerapan standar emisi Euro-4.

"Pemerintah harus segera menghapus premium. Jika tidak, tentu akan bertentangan dengan peraturan yang diterbitkan KLHK tersebut. Pemerintah harus fokus dan memprioritaskan hak masyarakat untuk hidup sehat," kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman melalui pers rilis, Minggu (20/5/2018)

Menurut Yusri, berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah memang terkesan tumpang tindih. Di satu sisi KLHK mengeluarkan permen yang mendukung udara bersih dan sehat melalui peningkatan standar emisi. Namun di sisi lain, pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang terkesan memberi keleluasaan kepada premium.

Jika Pemerintah terus melanggengkan premium, lanjut Yusri, yang paling terdampak adalah rakyat kecil. Pasalnya, kemungkinan terpapar emisi karbon dari kendaraan yang menggunakan premium juga semakin besar.

"Mereka adalah pedagang kaki lima, para pejalan kaki, pesepeda motor, pokoknya rakyat kecil kebanyakan. Contohnya yang di Tanah Abang. Jika sudah terkena penyakit, mereka juga yang susah untuk berobat," kata Yusri.

Yusri menilai pemerintah tidak perlu ragu menghapus premium. Menurutnya, penghapusan tersebut tidak akan memunculkan gejolak. Yang paling, imbuh dia, penting, pemerintah secara simultan memberi edukasi mengenai bahaya BBM oktan rendah tersebut.

Menurut dia, kerugian akibat emisi karbon premium memang sangat besar. Di Jakarta saja, pada 2016, biaya pengobatan penyakit karena pencemaran udara sudah mencapai Rp51,2 triliun. Sementara dilihat dari jumlah penduduk yang terpapar penyakit akibat buruknya kualitas udara, sudah mencapai 58,3%.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengapa Wacana Penghapusan...
Mengapa Wacana Penghapusan Premium Terus Bergulir? Ini Dia Jawabannya
Tren Fitness Premium...
Tren Fitness Premium Bergeser ke Latihan Berbasis Performa
Manfaat Nasi Merah untuk...
Manfaat Nasi Merah untuk Kesehatan Tubuh
Program Kesehatan Premium...
Program Kesehatan Premium Malaysia Mungkinkan Pasien Kembali Sehat dan Bugar Sekaligus
Manfaat Perawatan Kulit...
Manfaat Perawatan Kulit dengan Layanan Premium yang Semakin Berkembang
Malaysia Healthcare...
Malaysia Healthcare Hadirkan Program Kesehatan Premium yang Integrasikan Pemeriksaan Komprehensif dengan Pariwisata
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
3 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
4 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved