Menteri Rini Serap 4.700 Ton Gabah Petani di Garut

Senin, 21 Mei 2018 - 13:39 WIB
Menteri Rini Serap 4.700...
Menteri Rini Serap 4.700 Ton Gabah Petani di Garut
A A A
GARUT - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kembali melaksanakan program Serap Gabah (Sergab) oleh BUMN dalam kunjungan kerjanya ke Garut, Jawa Barat. Serap gabah seberat 4,5 ton ini dilaksanakan di lahan seluas 6.500 m2 yang terletak di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, dengan harga Rp 4.700/Kg.

Serap gabah yang berbasiskan Kartu Tani ini merupakan fase akhir dari panen raya petani yang menerima kucuran Kredit Rakyat (KUR) Rp8,15 miliar di Garut. Secara keseluruhan, total gabah di Garut yang terserap oleh BNI telah mencapai sebanyak 4.700 ton dari total lahan seluas 617 hektare.

“Kita ingin secara lebih aktif membantu petani. Di sini ada Bank BNI yang membuat program ke Petani melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), supaya bisa menyerap gabah dengan harga baik,” kata Rini di Garut, Senin (21/05/2018).
Menteri Rini Serap 4.700 Ton Gabah Petani di Garut

Pada kesempatan ini, Rini juga turut menyerahkan secara simbolis KUR Tani BNI dan Kartu Tani kepada beberapa petani. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kewirausahaan pertanian yang dilakukan oleh BNI di Garut sejak Oktober 2017. Dalam program tersebut BNI melakukan penguatan kelembagaan baik petani maupun badan usaha yang menaungi petani dengan membentuk dua unit PT Mitra Desa Bersama Banyuresmi dan Kadungora.

“Ditambah dengan fasilitas kredit bagi petani lewat KUR, maka ini bisa semakin membantu. Harapannya agar jangan diambil tengkulak yang bisa memberatkan petani. Itu tujuan kita di sini, benar-benar ingin membantu petani meningkatkan kesejahteraan maupun perbaikan pendapatan,” ujar dia.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menambahkan, saat ini jumlah Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Kabupaten Garut mencapai 7.615 kartu. “Sebanyak 1.262 petani telah memperoleh pembiayaan KUR BNI senilai Rp. 8,15 miliar. Selain itu BNI telah mengakuisisi sebanyak 326 Agen46 yang di dalamnya terdapat 56 agen Poktan dan 270 agen non Poktan,” kata Baiquni.

Tak hanya itu, Rini juga meninjau lokasi Mitra Desa Bersama (MDB) Kadungora dan Banyuresmi yang telah memiliki unit bisnis berupa Unit Toko Tani sebagai penyedia kebutuhan sarana produksi, dan Unit Toko Desa yang menjual kebutuhan harian masyarakat.

Kemudian dilanjutkan dengan meresmikan Mitra Desa Rice Mills yang dikelola oleh Mitra Desa Kadungora sebagai unit penggilingan beras dimana BNI memberikan CSR dalam bentuk Bantuan mesin pengering gabah. Sekaligus juga melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Arqom dan menyaksikan program CSR BNI untuk memperbaiki Pesantren Utsmaniyah Al Musri yang mengalami musibah kebakaran tahun 2017 lalu.

Terakhir, Rini meninjau program kredit mikro Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sedikitnya, PT PNM telah memiliki 65.425 nasabah di Garut yang mayoritas memiliki pekerjaan berkebun dan bertani.

PNM merupakan BUMN yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, pendampingan dan jasa manajemen kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mekaar sendiri adalah produk pembiayaan usaha yang diberikan kepada kelompok perempuan prasejahtera produktif pelaku usaha ultra mikro.

Produk PNM unggulan lainnya yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang khusus memberikan pembiayaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang disertai dengan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Saat ini PNM memiliki 2.383 kantor layanan, yang terdiri dari 64 kantor cabang PNM, 694 kantor layanan ULaMM dan 1.625 kantor cabang Mekaar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Plafon hanya Rp70 Triliun,...
Plafon hanya Rp70 Triliun, KUR Pertanian Sudah Terserap Rp44,5 Triliun
Kementan Sosialisasi...
Kementan Sosialisasi KUR, Aceh Dapat Alokasi Rp 3 Triliun
Lampaui Target, Penyaluran...
Lampaui Target, Penyaluran KUR Pertanian hingga Oktober 2022 Capai Rp90,8 T
Fantastis, Penyaluran...
Fantastis, Penyaluran KUR Pertanian di 2026 Bakal Menyentuh Angka Rp300 Triliun
Motivasi Milenial di...
Motivasi Milenial di Kalsel, Kementan Sosialisasikan Program Tani Akur
Kabar Baik! Alumni Kartu...
Kabar Baik! Alumni Kartu Prakerja Bisa Utang KUR dengan Bunga Maksimal 3%
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
22 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved