Soal Besaran Tambahan Subsidi Solar, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Selasa, 22 Mei 2018 - 14:38 WIB
Soal Besaran Tambahan...
Soal Besaran Tambahan Subsidi Solar, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, bahwa angka subsidi solar akan diputuskan pada saat menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada semester I-2018. Seperti diketahui sebelumnya pemerintah berencana meningkatkan subsidi solar yang saat ini Rp500/liter untuk ditambah menjadi Rp1.000/liter, maka total subsidi solar nantinya Rp1.500/liter.

Terkait hal itu, Sri Mulyani menekankan bakal dibahas bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun apabila dari sisi pemerintah, Ia menerangkan kenaikan alokasi ini seiring peningkatan harga minyak dunia yang sudah melebihi dari batas asumsi dalam APBN 2018. Asumsi tahun ini berada di posisi USD48 per barel, namun sekarang harga minyak mencapai USD80/barel.

Maka guna menjaga daya beli masyarakat, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengungkapkan bakal tetap menjaga subsidi. "Kami jaga agar masyarakat tetap memiliki daya beli dan terlindungi dari shock yang terlalu besar. Dari sisi BUMN yang menjalankan kebijakan pemerintah, dalam hal ini PLN dan Pertamina. Kita lihat struktur biaya mana saja yang mengalami tekanan karena biaya impor sudah sangat tinggi," terangnya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Dua perusahaan pelat merah tersebut sangat bergantung dengan minyak yang kebanyakan berasal dari impor sehingga biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dari biasanya. Sementara terkait dengan kinerja APBN, Sri Mulyani mengaku mendapatkan tambahan dari PNBP maupun pajak migas. Ia juga mengaku bakal menghitung neraca keuangan Pertamina dan PLN sebelum menentukan besaran subsisi solar

"Sekarang dari sisi APBN, penerimaan tambahan sedang kami desain untuk dialokasikan ke dalam beberapa tujuan, satu melindungi masyarakat. Tentu perlindungan sifatnya tidak bisa seluruhnya. Sementara harga yang disubsidi tidak mengalami perubahan. Kami sedang menghitung neraca keuangannya PLN dan Pertamina, kebutuhan untuk menjaga agar BUMN ini tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat dan baik," jelas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stafsus Sri Mulyani...
Stafsus Sri Mulyani Tekankan Kenaikan Anggaran Subsidi BBM Sah Sesuai Aturan
Ekspor Indonesia Catat...
Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi dalam Sejarah, Ini Buktinya
Beban Keuangan Negara...
Beban Keuangan Negara Disebut Terkena Pukulan Ganda Sekaligus, Apa Itu?
Subsidi Solar Bisa Terpengaruh?...
Subsidi Solar Bisa Terpengaruh? Menteri ESDM Ubah Formula Harga Dasar Jenis BBM Tertentu
Jika Stok Pertalite...
Jika Stok Pertalite Kosong, Guncangan Sosial Mengancam
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Berita Terkini
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
15 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved