Tatalogam Dukung Pemusnahan Produk Baja Ringan Palsu

Kamis, 24 Mei 2018 - 23:15 WIB
Tatalogam Dukung Pemusnahan...
Tatalogam Dukung Pemusnahan Produk Baja Ringan Palsu
A A A
JAKARTA - Peredaran produk palsu merugikan banyak pihak, mulai dari pemilik merek, konsumen, hingga negara dari sektor pajak. Salah satu produk palsu yang marak beredar di Indonesia adalah produk baja ringan.

Seiring itu, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah menyita ribuan baja ringan palsu dari empat daerah, Jakarta Utara (Jakut), Cikarang Utara, Cikarang Selatan, dan Bekasi, berdasarkan laporan dari PT Tatalogam Lestari yang merupakan pemilik merek produk baja ringan Taso dan Kaso.

Kuasa hukum PT Tatalogam Lestari Cesar Resha mengatakan, perusahaan bekerja sama dengan Kepolisian melakukan proses pemusnahan ribuan produk baja ringan dengan merek Taso dan Kaso palsu pada Rabu (23/5) kemarin.

"Dasar hukum untuk kegiatan penyitaan dan pemusnahan produk-produk palsu ini adalah Pasal 100 dan Pasal 102 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis," ujar Cesar dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Vice President PT Tatalogam Lestari, Stephanus Koeswandi mengatakan, produk palsu yang marak beredar di Indonesia telah berdampak buruk terhadap ekonomi nasional dan merugikan negara. Karena merugikan pemilik resmi dari produk-produk asli yang akhirnya merembet ke rantai pasokan produk. Dan negara juga kehilangan pendapatan dari pajak.

"Konsumen merupakan pihak yang paling dirugikan. Dengan membeli produk-produk baja ringan palsu, konsumen mendapatkan produk-produk berkualitas rendah, terutama kurangnya product durability," ujarnya.

Stephanus mengatakan, perusahaan masih melakukan penghitungan kerugian yang timbul akibat adanya pemalsuan. Menurutnya, perseroan tetap meneruskan upaya meminimalisasi peredaran produk-produk baja ringan palsu.

"Selain tetap melakukan langkah tegas terhadap pihak yang masih melakukan pemalsuan produk, perseroan terus berinovasi memberikan ciri khas produk yang memudahkan pelanggan membedakan produk asli dengan produk palsu," terangnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hipmi: Industri Baja...
Hipmi: Industri Baja Digempur Barang Impor dan Selundupan
Pemerintah Diminta Atasi...
Pemerintah Diminta Atasi Maraknya Impor Baja Ilegal
PUPR Larang Barang Impor,...
PUPR Larang Barang Impor, Peluang Baja Ringan Lokal Ramah Lingkungan
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Capai Triliunan, Baja...
Capai Triliunan, Baja Jadi Komoditas Paling Banyak Diimpor Tahun 2021
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
37 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
48 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
50 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved