Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target

Jum'at, 25 Mei 2018 - 09:51 WIB
Produksi Migas Pertamina...
Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target
A A A
JAKARTA - PT Pertamina EP menyatakan, hingga 15 Mei 2018 total produksi yang dicapai sebesar 256.619 barrel oil equivalent per day (BOEPD). Capaian tersebut melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 sebesar 249.601 BOEPD, atau 101,61% dari target.

Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, realisasi produksi tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 76.309 barel oil per day (BOPD) atau 96,26% dari target sebesar 79.275 BOPD dan produksi gas 1.027,29 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Produksi gas hingga pertengahan Mei 2018 mencapai 104,10% dari target sebesar 986,82 MMSCFD," ujar Nanang di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Nanang melanjutkan, Pertamina EP Asset 5, unit bisnis Pertamina EP yang berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi kontributor terbesar untuk produksi minyak, yaitu 18.369 BOPD. Produksi ini berasal dari lima field yang berada di bawah pengelola Pertamina EP Asset 5, yaitu Sangatta Field, Bunyu Field, Tanjung Field, Sangasanga Field, dan Tarakan Field.

Sementara Kontributor terbesar kedua adalah Pertamina EP Asset 2 di Prabumulih, Sumatera Selatan, sebesar 17.051 BOPD. Pasokan minyak tersebut berasal dari empat lapangan di Pertamina EP Asset 2, yaitu Prabumulih Field, Pendopo Field, Limau Field, dan Adera Field.

Sementara produksi gas nomor satu berasal dari Pertamina EP Asset 2. Total gas yang dihasilkan sebesar 442 MMSCFD, jauh lebih tinggi dibandingkan kontribusi dari Pertamina EP Asset 3 yang berbasis di Cirebon, Jawa Barat sebesar 292 MMSCFD. Pasokan gas Pertamina EP Aset 3 berasal dari tiga field, yaitu Tambun Field, Subang Field, dan Jatibarang Field.

Untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan produksi migas, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menyelesaikan program pemboran dan workover serta melaksanakan program rencana kerja operasi sumur. Selain itu, perusahaan juga melakukan rencana pemulihan (recovery plan) untuk mencapai target produksi.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, sepanjang Januari-Maret 2018, Pertamina EP membukukan pendapatan sebesar USD675 juta. "Pencapaian pendapatan ini 115% dari realisasi pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar USD586 juta," tuturnya.

Raihan pendapatan ini juga ditopang oleh mulai naiknya harga minyak global dan kebijakan efisiensi perusahaan. Salah satunya adalah menekan biaya produksi. Secara total, biaya produksi (production cost) minyak per Maret 2018 untuk onshore adalah sekitar USD15,98 per barel, gas USD1,03 per MSCF dan migas USD8,96 per MSCF.

Dia juga menjelaskan, tahun ini pihaknya mengalokasikan belanja modal sebesar USD330 juta. Sementara itu belanja operasi ditetapkan sebesar USD1.648 juta. "Dana itu dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan, produksi, serta General & Administration (G&A)," paparnya.

Hingga pertengahan Mei 2018, Pertamina EP telah merealisasikan belanja modal sebesar USD122 juta, terutama untuk pemboran sebesar USD83 juta dan USD39 juta untuk surface facilities (pembangunan, upgrading, dan overhaul). Sedangkan realisasi belanja operasional sebesar USD359 juta, terutama digunakan untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan, antara lain kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genjot Produksi, Pertamina...
Genjot Produksi, Pertamina EP Tajak Sumur BLK INF-2 di Muara Enim
Jelang HUT Kemerdekaan...
Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pertamina EP Sumbang Tambahan Produksi Migas
Pertamina EP Asset 4...
Pertamina EP Asset 4 Beberkan Upaya Jaga Produksi di Tengah Pandemi
Pertamina EP Subang...
Pertamina EP Subang Field Peroleh Tambahan Produksi Minyak 1.007 Bph dari Sumur BBS-012
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Migas, PEP Terapkan Teknologi CO2 Removal Package
Pertamina EP Asset 3...
Pertamina EP Asset 3 Bor Sumur JAS-022, Hasilnya di Luar Dugaan
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
33 menit yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
48 menit yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
2 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
12 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved