Perdagangan Bebas, Mendag Tak Ingin RI Hanya Jadi Pasar

Sabtu, 26 Mei 2018 - 16:04 WIB
Perdagangan Bebas, Mendag...
Perdagangan Bebas, Mendag Tak Ingin RI Hanya Jadi Pasar
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, bahwa perdagangan bebas dan keterbukaan dapat menjadi cara untuk maju dan berkompetisi dengan negara lain. Terang dia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia tidak boleh tertinggal dari negara lain, baik dalam hal ekspor maupun pertumbuhan ekonomi.

“Kita bisa terus maju dengan membuka diri dan mengambil manfaat dari perjanjian perdagangan bebas dibandingkan dengan negara lain. Dengan membuka diri, kita juga membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Mendag lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (26/5/2018).

Maka guna menghadapi masuknya produk luar dari perdagangan bebas, sambung dia harus mampu meningkatkan kualitas produk dalam negeri dan menjaga harga tetap kompetitif agar dapat bersaing dengan produk luar.

"Dengan demikian, kita dapat memenuhi pasar dalam negeri dengan produk dalam negeri sekaligus melakukan ekspor. Kita jangan hanya menjadi pasar bagi negara luar, tetapi juga dapat memasarkan ke luar,” jelas Mendag.

Mendag juga memberikan pesan kepada para calon wisudawan, bahwa kunci untuk menjadi maju adalah jangan pernah berpikir untuk instan dan tetap menjaga komitmen. Dalam perjalanan, komitmen kita yang akan diuji dan kita harus dapat memegang komitmen kita sendiri. "Kami membutuhkan putra-putri terbaik dari Universitas Udayana untuk turut memajukan negeri ini. Mari berbuat yg terbaik untuk bangsa ini,” pungkas Mendag.

Kuliah umum yang dibuka Rektor Universitas Udayana Profesor A.A Raka Sudewi ini dihadiri 1222 orang wisudawan yang akan diwisuda, Sabtu (26/5). Dalam sambutannya, Prof. Raka Sudewi menyampaikan harapannya agar melalui kuliah umum ini para calon wisudawan mendapat pencerahan dan semangat baru untuk menghadapi tantangan perdagangan bebas. Berlaku sebagai moderator dalam acara ini, Direktur Badan Pengelola Usaha Universitas Udayana, Sayu Ketut Sutrisna Dewi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Neraca Perdagangan Juni...
Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada
Target Nilai Ekspor...
Target Nilai Ekspor Non Migas Indonesia Dipangkas Jadi USD135 Miliar
Ekspor Indonesia-China...
Ekspor Indonesia-China Makin Kinclong, Baja dan Kertas Paling Banyak Dikirim
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
48 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved