Anggaran THR Naik Drastis Bisa Ganggu Penerimaan Negara

Sabtu, 26 Mei 2018 - 17:15 WIB
Anggaran THR Naik Drastis...
Anggaran THR Naik Drastis Bisa Ganggu Penerimaan Negara
A A A
JAKARTA - Kenaikan berlebih tunjangan hari raya (THR) pada tahun ini, bisa mengakibatkan pola yang tidak proporsional antara pengeluaran dengan penerimaan negara. Akibatnya ketika lonjakan THR bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak lantas mengangkat konsumsi rumah tangga, maka beban beralih kepada penerimaan pajak tahun depan.

"Jika alokasi THR terlalu besar, sementara tidak semua ternyata dibelanjakan ke masyarakat dan ditabung. Maka kenaikan THR hanya memberatkan APBN dalam jangka panjang karena THR yang naik sekarang akan dibebankan ke penerimaan pajak tahun depan," ujar Ekonom Indef Bhima Yudhistira kepada SINDOnews di Jakarta, Sabtu (26/5/2018).(Baca Juga: Bersifat Konsumtif, Kenaikan THR Berpotensi Bebani APBN )
Seperti diketahui pemerintah menggelontorkan dana Rp35,76 triliun untuk membayar keseluruhan THR dan gaji ke-13 atau naik 68,92% dibandingkan pembayaran THR pada 2017 lalu. Menurut Bhima, uang THR biasanya tidak lantas langsung dibelanjakan melainkan ditabung sehingga tidak serta merta mengangkat konsumsi masyarakat.

"Tidak semua uang THR langsung dibelanjakan. Bagi pensiunan misalnya ada preferensi yang berbeda, terutama bagi yang baru pensiun. Uang tambahan THR disimpan jadi tabungan. Prediksinya justru ada kenaikan DPK bank paska Lebaran. Sebagian PNS juga menggunakan THR untuk membiayai uang masuk sekolah saat tahun ajaran baru," paparnya.

Tidak hanya itu, sambung dia secara umum masyarakat kelas menengah dalam beberapa bulan terakhir cenderung lebih banyak menyimpan uangnya karena khawatir kondisi ekonomi di tahun politik, pelemahan kurs rupiah, dan ekspektasi kenaikan harga energi. "Ini tercermin dari IKK Bank Indonesia yang menurun dari Januari hingga bulan April 2018 yakni 126,1 ke 122,2," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Potong THR Pejabat,...
Potong THR Pejabat, Pemerintah Hemat Anggaran Rp5,5 Triliun
Perusahaan Kesulitan...
Perusahaan Kesulitan Membayar THR Harus Berdialog dengan Pekerja
Ingat! Pengusaha Tidak...
Ingat! Pengusaha Tidak Boleh Telat Bayar THR Karyawan
5 Tips Mengatur Uang...
5 Tips Mengatur Uang THR Supaya Tidak Cepat Habis Jelang Lebaran
Sudah Banyak Stimulus...
Sudah Banyak Stimulus ke Pengusaha, Jangan Sampai THR Dicicil!
Sejarah dan Makna THR...
Sejarah dan Makna THR yang Selalu Dinantikan saat Lebaran
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
50 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved