Pemerintah, BI, OJK, dan LPS Bersatu Atasi Gejolak Nilai Tukar

Senin, 28 Mei 2018 - 11:23 WIB
Pemerintah, BI, OJK,...
Pemerintah, BI, OJK, dan LPS Bersatu Atasi Gejolak Nilai Tukar
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan rapat koordinasi mengambil langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Hal ini seiring gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi belakangan ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah telah mencermati dan melakukan pembahasan terkait implementasi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi di Tanah Air. Pada dasarnya, kondisi perekonomian Indonesia kuat, sementara tekanan nilai tukar mata uang Garuda lebih disebabkan oleh kondisi eksternal, khususnya dari Amerika Serikat (AS).

"Kondisi perekonomian Indonesia secara umum adalah baik dan kuat. Tekanan pada stabilitas khususnya pada nilai tukar rupiah lebih berasal dari meningkatnya ketetapan likuiditas dan risiko ekonomi global, karena inisiatif dan perubahan-perubahan kebijakan di AS," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Menurutnya, penguatan koordinasi kebijakan diarahkan untuk memprioritaskan stabilitas jangka pendek namun tetap mendorong pertumbuhan pada jangka menengah. Menyikapi perkembangan ekonomi global yang terjadi, lanjut mantan Gubernur BI ini, pihaknya bersama BI, OJK dan LPS terus meningkatkan kewaspadaan dan siap mengambil kebijakan yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan di Tanah Air.

Dalam jangka pendek, kata Darmin, fokus koordinasi kebijakan diprioritaskan pada memperkuat stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional terhadap tekanan global, yaitu pada stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang rendah, defisit fiskal yang sehat, dan transaksi berjalan yang aman.

"Sekaligus tentu saja membalikkan arah yang mulai terjadi satu dua bulan terakhir, transaksi perdagangan yang mulai negatif kita perlu mendorongnya menjadi positif dalam waktu yang tidak lama," imbuh dia.

Hal ini ditempuh melalui penguatan bauran kebijakan moneter oleh BI, kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan, ketersediaan bahan pokok strategis serta perkembangan sektor riil. Namun, tetap juga dengan memperkuat pengawasan lembaga jasa keuangan oleh OJK serta langkah yang perlu diambil oleh LPS.

"Sementara itu, implementasi kebijakan reformasi struktural di sektor riil terus dipercepat, seperti peningkatan daya saing, perbaikan iklim investasi, dan pembangunan infrastruktur strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kurs Rupiah Berpotensi...
Kurs Rupiah Berpotensi Menanjak Saat Pemulihan Ekonomi AS Diragukan
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Rupiah Amblas Saat Ekonomi...
Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
BI Pangkas Suku Bunga,...
BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Stagnan di Rp15.335 per Dolar AS
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
23 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
1 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved