Rupiah Awal Bulan Juni Dibuka Mulai Pulih, USD Naik Lawan Yen

Senin, 04 Juni 2018 - 10:19 WIB
Rupiah Awal Bulan Juni...
Rupiah Awal Bulan Juni Dibuka Mulai Pulih, USD Naik Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (4/6/2018) dibuka berangsur mulai membaik, ke kisaran level Rp13.870/USD. Sinyal positif mata uang Garuda terjadi saat dolar masih menjaga tren penguatan terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.872/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menanjak naik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.951/USD .

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.870/USD atau berbalik menguat dari posisi perdagangan kemarin sebelum libur panjang Rp13.896/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.860-Rp13.880/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan perbaikan di awal sesi untuk sedikit membaik ke level Rp13.870/USD dan menjadi sinyal positif.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp13.868/USD atau meningkat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.889/USD. Pergerakan harian rupiah ada pada level Rp13.843-Rp13.890/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, dolar menguat terhadap Yen Jepang pada awal pekan setelah rilis laporan pekerjaan AS menumbuhkan semangat optimistis. Meski begitu ketidakpastian atas potensi risiko politik membuat prospek jangka pendek mata uang akan tertekan.

USD bertambah 0,15% menjadi 109.660 saat melawan Yen untuk melanjutkan tren kenaikan sebesar 0,6% pada hari Jumat, kemarin. Hal ini terimbas hasil positif pertumbuhan pekerjaan AS dan kenaikan upah pada bulan Mei.

Laporan pekerjaan AS yang kuat membantu mengimbangi faktor yang membebani dolar pada awal pekan lalu, seperti meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang mereka dari Eropa.

Tercatat greenback merosot terhadap enam mata uang utama, terbebani oleh lonjakan euro terhadap greenback. Indeks dolar tergelincir 0,15% menjadi 94,029 setelah naik sekitar 0,2% pada akhir pekan kemarin. Sedangkan euro meningkat 0,2 persen menjadi 1,1685 untuk memulihkan sebagian besar kerugian sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
15 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Tarif Tol Dalam Kota...
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Mulai 22 September 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved