Rupiah Sesi Sore Ditutup Naik Tipis Saat Euro Tampil Perkasa

Senin, 04 Juni 2018 - 16:08 WIB
Rupiah Sesi Sore Ditutup...
Rupiah Sesi Sore Ditutup Naik Tipis Saat Euro Tampil Perkasa
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Senin (4/6/2018) ditutup menghijau untuk meneruskan tren positif sejak sesi pagi tadi. Perbaikan rupiah terjadi saat euro tampil perkasa terhadap USD untuk bangkit dari posisi terendah.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga perdagangan sore ada di level Rp13.867/USD atau mulai membaik dari sebelumnya Rp13.889/USD. Rupiah sepanjang awal tengah pekan ini bergerak pada level Rp13.843-Rp13.896/USD.

Menurut data Bloomberg di sesi sore perdagangan, rupiah menanjak menjadi Rp13.878/USD untuk melanjutkan tren positif sejak pagi dibandingkan dari penutupan kemarin Rp13.896/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.860-Rp13.898/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini terpantau bergerak pada jalur positif di level Rp13.895/USD. Sebelumnya rupiah sempat anjlok hingga menyentuh level Rp13.900/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada jalur perbaikan di level Rp13.872/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mencoba bangkit terhadap USD dibandingkan sebelumnya Rp13.951/USD.

Seperti dilansir Reuters, euro menanjak naik setelah ketegangan politik sedikit mereda di Italia. Namun di sisi lain risiko kekhawatiran tentang pertempuran perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan ekonomi utama lainnya menahan laju mata uang.

Data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan pekan lalu menggarisbawahi kekuatan ekonomi AS dan hampir pasti kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini, serta meningkatnya ekspektasi kenaikan keempat tahun ini, faktor-faktor tersebut terus mendorong kebangkitan dolar.

Tetapi dengan tanda-tanda ketidakpastian yang mulai berkurang di Italia karena membentuk pemerintahan baru, euro mampu merebut kembali beberapa keuntungan. Tercatat euro naik sebanyak setengah persen menjadi USD1,1714 untuk menarik lebih jauh dari posisi terendah 2018 di level 1,151 saat melawan USD minggu lalu.

Sementara USD sedikit tergelincir, dimana indeks jatuh 0,3% terhadap enam mata uang utama menjadi 93,892. Hal ini juga memberikan beberapa kenaikan sebelumnya terhadap yen. Selanjutnya dolar Australia melonjak 0,8% ke level tertinggi sejak April pada peningkatan sentimen risiko yang lebih luas dan data domestik yang optimis menunjukkan laba perusahaan yang kuat dan kenaikan dalam penjualan ritel.

Aussie naik menjadi 0,7630 terhadap USD dan dolar Selandia Baru juga meningkat 0,4% menjadi 0,7016 saat melawan ISD, sementara dolar Kanada turun setengah persen. Euro juga bertambah 0,3% versus franc Swiss menjadi 1,1547 franc karena rebound dalam risk appetite yang menekan mata uang Swiss, yang biasanya naik di saat ketidakpastian pasar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
4 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
5 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
5 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
6 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
7 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
8 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved