Rupiah di Akhir Sesi Berbalik Merosot Saat USD Stabil

Selasa, 05 Juni 2018 - 16:07 WIB
Rupiah di Akhir Sesi...
Rupiah di Akhir Sesi Berbalik Merosot Saat USD Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Selasa (5/6/2018) ditutup berbalik merosot ke zona merah setelah sempat memperlihatkan sinyal perbaikan. Kejatuhan rupiah terjadi saat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- bergerak cenderung stabil.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan tergelincir menjadi Rp13.876/USD atau lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya Rp13.867/USD. Rupiah bergerak pada level Rp13.858-Rp13.893/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ambruk ke posisi Rp13.905/USD atau memburuk dari sebelumnya Rp13.895/USD. Rupiah sepanjang hari ini terlihat sulit keluar dari zona merah.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.880/USD atau tidak lebih baik dari penutupan kemarin Rp13.878/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.873-Rp13.896/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren pelemahan ke level Rp13.887/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin merosot dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp13.872/USD.

Seperti dilansir Reuters, dolar stabil hingga sesi sore perdagangan di bawah posisi tertinggi enam bulan pada pekan lalu saat investor menunggu data yang mungkin bisa mengkonfirmasi perekonomian AS bakal berada dalam jalur penguatan di kuartal awal. Ditambah meningkatnya imbal hasil obligasi juga mendukung greenback.

Greenback menguat pada level 94,04 saat melawan enam mata uang utama lainnya, dimana sebelumnya telah naik ke level 95,02 minggu lalu. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal November 2017 serta telah meningkat lebih dari 5% sejak pertengahan April, lalu.

Euro sendiri cenderung bergerak mendatar secara luas di level 1,16930 saat berhadapan dengan USD. Sejak menyentuh level terendah 10 bulan pada posisi 1,1510 terhadap USD, mata uang umum telah pulih karena investor mengambil kenyamanan dari pembentukan pemerintahan koalisi di Roma.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
4 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
5 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
5 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
6 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
7 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved