Mengenal Krisis Moneter, Penyebab dan Tipe-Tipenya

Rabu, 06 Juni 2018 - 19:30 WIB
Mengenal Krisis Moneter,...
Mengenal Krisis Moneter, Penyebab dan Tipe-Tipenya
A A A
SISTEM kapitalisme saat ini menjadi salah satu sistem ekonomi yang diadopsi hampir mayoritas negara di dunia. Meski dengan berbagai variasinya dianggap sistem ekonomi terbaik namun kapitalisme ternyata juga menyimpan ancaman dalam dirinya berupa krisis moneter yang dampaknya bisa meluluhlantakkan perekonomian sebuah negara jika tidak diantisipasi.
A. Penyebab terjadinya krisis moneter
Kesenjangan produktivitas yang erat berkaitan dengan lemahnya alokasi asset atau faktor produksi.
Ketidakseimbangan struktur antar sektor produksi.
Ketergantungan utang luar negeri yang berhubungan dengan perilaku para pelaku bisnis.
Stok utang luar negeri begitu besar dan berjangka pendek yang mengakibatkan kondisi tidak stabil.
Terdapat banyak kelemahan dalam sistem perbankan di suatu Negara.

B. Tipe krisis ekonomi
Krisis Produksi, tipe krisis ekonomi yang bersumber dari dalam negeri.
Krisis Perbankan.
Krisis Nilai Tukar, kurs dari mata uang suatu negara mengalami penurunan atau depresiasi sangat besar yang prosesnya mendadak atau berlangsung terus-menerus membentuk sebuah tren yang meningkat.
Krisis Perdagangan Dalam, hal krisis-krisis ekonomi berasal dari sumber-sumber eksternal ada dua jalur utama, yaitu perdagangan dan investasi/arus modal. Di dalam jalur perdagangan itu sendiri ada dua sub-jalur, yaitu ekspor dan impor (barang dan jasa).
Krisis Modal Pengurangan, modal di dalam negeri dalam jumlah besar atau penghentian bantuan serta pinjaman luar negeri akan menjadi sebuah krisis ekonomi bagi banyak negara.
C. Sejumlah krisis ekonomi besar
Tahun 1920 terjadi depresi ekonomi di Jepang
Pada tahun 1927 krisis keuangan melanda Jepang (37 Bank tutup)
Pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di Jerman yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional.
Pada 1944–1966 Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya.
Pada tahun 1944–1946 Hungaria mengalami hyper inflasi dan krisis moneter.
Pada tahun 1945–1948 Jerman mengalami hyper inflasi akibat perang dunia kedua.
Pada tahun 1945-1955 krisis perbankan di Nigeria akibat pertumbuhan bank yang tidak teregulasi dengan baik.
Tahun 1978-1980 resesi besar di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh OPEC.
Awal tahun 1980 krisis dunia ketiga ditandai banyaknya hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada th 1974.
Tahun 1982 terjadi krisis hutang di Meksiko, yang menular ke negara Amerika latin seperti Argentina, Brasil dan Venezuela.
Pada 1999 krisis keuangan melanda Argentina.
Pada tahun 2007-hingga 2008 krisis keuangan melanda Amerika Serikat.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Resesi Hantam Singapura,...
Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Agar Krisis Kesehatan...
Agar Krisis Kesehatan Tak Menjelma Krisis Sosial-Ekonomi
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
12 menit yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
23 menit yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
41 menit yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
44 menit yang lalu
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
50 menit yang lalu
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved