Rupiah Sesi Pagi Dibuka Tertekan di Level Rp13.873/USD

Kamis, 07 Juni 2018 - 10:32 WIB
Rupiah Sesi Pagi Dibuka...
Rupiah Sesi Pagi Dibuka Tertekan di Level Rp13.873/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Kamis (7/6/2018) dibuka kembali tertekan di kisaran level Rp13.873/USD. Penyusutan mata uang Garuda saat euro menjaga tren positif.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.868/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.875/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.878/USD atau berbalik menyusut dari posisi perdagangan kemarin Rp13.854/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.860-Rp13.879/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan penurunan di awal sesi untuk kehilangan tipis ke level Rp13.873/USD dan menjadi sinyal negatif. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin Rp13.851/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp13.873/USD atau tergelincir dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.852/USD. Pergerakan harian rupiah menjelang akhir pekan berada pada level Rp13.843-Rp13.876/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, euro menjaga raihan positif ketika tetap mendekati level tertinggi dalam dua pekan terhadap beberapa mata uang rival lainnya. Hal ini seiring meningkatnya harapan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan untuk mengakhiri program stimulusnya pada akhir tahun.

Sentimen tersebut mendorong euro ke level tertinggi dua minggu di posisi 1,17955 terhadap USD, pada perdagangan Rabu, kemarin. Sementara pada perdagangan hari ini, euro dalam sesi sebelumnya diperdagangkan pada posisi 1,1781 versus USD untuk memperpanjang kenaikannya sepanjang pekan ini menjadi 1,0%.

Euro juga menguat terhadap mata uang lainnya, dengan mencapai tertinggi dua minggu seperti saat melawan franc Swiss di level 1,1640 dan terhadap Yen Jepang, menjadi 129,83. Yen melemah terhadap banyak mata uang karena meredanya kekhawatiran atas politik Italia dan reli berbasis teknologi di saham global meningkatkan sentimen risiko.

Dolar memperpanjang pemulihan dari level terendah lima minggu menjadi 108,115 terhadap Yen yang disentuh pada 29 Mei . Dalam sesi terakhir mencapai 110,15 yen, setelah mencapai tertinggi dua minggu di level 110,27 pada akhir perdagangan AS, Rabu kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
4 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
5 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
5 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
6 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
7 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved