Setop Aktivitas Penyeberangan Danau Toba, 40 Operator Kapal Diaudit

Rabu, 20 Juni 2018 - 20:45 WIB
Setop Aktivitas Penyeberangan...
Setop Aktivitas Penyeberangan Danau Toba, 40 Operator Kapal Diaudit
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menghentikan sementara seluruh aktivitas penyeberangan yang melintasi danau Toba. Ini dimaksudkan untuk mempermudah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) untuk melaksanakan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun yang tenggelam hari Senin (18/6) kemarin.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan hal ini sudah disepakati dengan 40 operator kapal penyeberangan yang beroperasi di lima dermaga di Danau Toba, yakni Ambarita, Ajibata, Simanindo, Muara, dan Tigaras. Adapun, penghentian sementara operasional ini akan dilakukan selama tujuh hari ke depan, sesuai jadwal pencarian yang akan dilakukan oleh Basarnas.

“Maksimal ini tujuh hari sesuai dengan rekomendasi Basarnas,” ujar Budi di Kementerian Perhubungan, Rabu (20/6/2018).

Sebagai gantinya, Kemenhub dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mempersiapkan dua buah kapal ferry Roll On Roll Off (RORO) bermana RORO 1 dan RORO 2 demi memfasilitasi arus penumpang yang ingin melintasi danau Toba. Adapun, dua kapal RORO tersebut memang sebelumnya sudah beroperasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan, kapal-kapal ferry yang dijalankan oleh operator swasta bisa kembali beroperasi asal telah lolos audit yang dilaksanakan Kemenhub. Audit yang dilaksanakan terdiri dari pelaksanaan kelaikan kendaraan (ramp check), uji kir, dan sudah mampu menyiapkan mekanisme manifes penumpang agar kejadian KM Sinar Bangun tidak terulang lagi.

Namun, Ditjen Hubungan Darat tidak bisa sendiri dalam melaksanakan audit tersebut. Rencananya, pemeriksaan ini akan dibantu oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengingat kedua otoritas itu yang paham mengenai pemeriksaan keselamatan.

“40 operator kapal kayu ini semua telah sepakat untuk meningkatkan safety keselamatannya. Setelah sepakat, kami akan mengecek keselamatan di kapal, seperti life jackets dan segalanya. Mereka juga perlu mengikuti standarisasi yang cukup lengkap, utamanya ramp check, KIR, dan manifes. Tanpa itu kapala tidak bisa jalan,” ujar dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
48 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved