Tingkatkan Ekonomi Petani, Kementan Perkuat Program Padat Karya

Rabu, 27 Juni 2018 - 22:06 WIB
Tingkatkan Ekonomi Petani,...
Tingkatkan Ekonomi Petani, Kementan Perkuat Program Padat Karya
A A A
JAKARTA - Sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting. Selain menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat, pertanian juga merupakan sektor penggerak perekonomian terutama di pedesaan. Ini dapat dilihat dari sebagian besar masyarakat desa yang bekerja di sektor pertanian.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, bahwa pada Februari 2017, penduduk Indonesia paling banyak bekerja di sektor pertanian. Sedikitnya ada 39,68 juta orang atau 31,86% dari total penduduk yang bekerja di sektor pertanian.

Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin pada September 2017 adalah 26,58 juta orang atau 10,12% dari total penduduk Indonesia. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,26%, sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada periode yang sama adalah sebesar 13,47%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kantong-kantong kemiskinan banyak terdapat di pedesaan. Sehingga peningkatan infrastruktur pertanian melalui program padat karya merupakan salah satu solusi dalam menjawab tantangan mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama petani) di pedesaan.

Untuk itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Dadih Permana mengemukakan, pihaknya sejak 2015 lebih fokus dalam melaksanakan program padat karya untuk mendukung peningkatan infrastruktur irigasi pertanian. Ini juga sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

"Program padat karya TA 2018 dilaksanakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan penyediaan air irigasi pertanian melalui rehabilitasi dan peningkatan fungsi jaringan irigasi tersier serta pengembangan irigasi perpompaan," ujar Dadih dalam keterangan persnya yang dilansir, Rabu (27/6/2018).

Dia mengatakan, peningkatan infrastruktur irigasi pertanian dilaksanakan dengan cara memberdayakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Kelompok Tani, mulai dari perencanaan awal sampai pelaksanaan fisik dilapangan (pelaksanaan secara padat karya).

"Program padat karya infrastruktur pertanian ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik sehingga dapat memberikan kontribusi selain peningkatan produksi pertanian, juga pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja," terang Dadih.

Lebih jauh, Dadih menjelaskan, beberapa keunggulan dari peningkatan infrastruktur irigasi pertanian melalui progam padat karya, diantaranya : (1) meningkatnya semangat partisipatif dan gotong royong; (2) harga kontruksi lebih murah dibandingkan dengan kontraktual; (3) meningkatnya rasa memiliki terhadap sarana yang dibangun; (4) meningkatnya pendapatan petani/masyarakat.

"Kegiatan program padat karya oleh masyarakat petani (P3A dan Poktan) dilakukan melalui pola transfer dana pemerintah langsung ke rekening kelompok penerima manfaat. Dana ini untuk digunakan dalam pembangunan fisik infrastruktur irigasi pertanian," terang Dadih.

Pelaksanaan konstruksi Irigasi Pertanian sendiri dilaksanakan secara swakelola oleh P3A/Poktan secara bergotong-royong dengan memanfaatkan partisipasi dari anggotanya (Padat Karya).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
52 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved