BPJS Ketenagakerjaan Minta Dukungan Implementasi Jaminan Sosial

Kamis, 28 Juni 2018 - 15:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Minta Dukungan Implementasi Jaminan Sosial
A A A
SEMARANG - BPJS Ketenagakerjaan meminta dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan implementasi universal coverage jaminan sosial. Salah satunya pemerintah agar membuat kebijakan yang mendukung hal tersebut.

"Pemerintah butuh masukan bagaimana menjawab tantangan kebutuhan pekerja dan stakeholder terhadap penambahan dan peningkatan manfaat jaminan sosial," ujar Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif usai membuka Sarasehan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Pelayanan Excellent di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/6/2018).

Krishna mengatakan, dengan masukan tersebut diharapkan adanya percepatan penambahan peraturan-peraturan yang tersedia di Peraturan Pemerintah (PP). Sehingga pemenuhan manfaat yang lebih layak dan bukan hanya kebutuhan dasar serta lebih adil atau berlaku universal bagi seluruh Warga Negara bisa segera dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Krishna, tahun 2018 merupakan momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam penguatan atau bangkitnya sistem perlindungan jaminan sosial untuk Indonesia sebagai Welfare State/Negara Kesejahteraan, dengan dasar ini diharapkan gagasan-gagasan dalam sarasehan tersebut dapat mendukung implementasi program BPJS Ketenagakerjaan yang lebih baik.

“Harapan kami formulasi yang dihasilkan dari sarasehan ini dapat kami bawa pada manajemen guna memberikan pelayanan sepenuhnya kepada peserta BPJS Ketengaakerjaan dari yang kurang selama ini pada beberapa bagian untuk mewujudkan Welfare State/ Negara Kesejahteraan melalui pemenuhan kebutuhan dasar,” jelas Krishna.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengungkapkan, pemerintah perlu membuat aturan untuk memperkuat kehadiran BPJS Ketenagakerjaan. Selama ini, aturan yang ada malah membuat BPJS Ketenagakerjaan kehilangan potensi peserta terutama dalam hal jaminan untuk aparatur sipil negara (ASN).

"Jika untuk jaminan kesehatan seluruh masyarakat harus ikut ke BPJS Kesehatan. Tetapi untuk jaminan kematian dan kecelakaan kerja untuk ASN malah diambil oleh Taspen yang seharusnya diberikan ke BPJS Ketenagakerjaan. Ini malah mencabik-cabik wilayah BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Padahal, lanjut Timboel, jika ASN diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan malah akan membantu pemerintah lebih banyak lagi dengan membesarnya potensi pembelian surat berharga negara (SBN). "Kalau BPJS Ketenagakerjaan wajib mengalokasikan dana investasi minimal 50% di SBN. Tetapi Taspen hanya 30% saja. Jadi kontribusinya lebih besar BPJS Ketenagakerjaan," tegas Timboel.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved