Dorong Modernisasi Demi Kesejahteraan Petani

Minggu, 01 Juli 2018 - 08:08 WIB
Dorong Modernisasi Demi...
Dorong Modernisasi Demi Kesejahteraan Petani
A A A
JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong pemerintah untuk menerapkan modernisasi pertanian. Perubahan paradigma yang mengedepankan teknologi dan riset untuk kesejahteraan petani, menurut Ketua Umum HKTI Moeldoko, harus menjadi budaya petani.

"Kami berharap, petani dari waktu ke waktu sudah terbiasa menggunakan teknologi sebagai upaya meningkatkan produksi. Ini sedang kami kerjakan dalam tempo tidak terlalu lama," kata Moeldoko, di penutupan acara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018

Mekanisasi di seluruh sektor pertanian juga bertujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil bumi sehingga pertanian Indonesia bisa bersaing di dunia.

Ketua Umum HKTI Moeldoko mengatakan, di negara maju, sektor pertanian memiliki kecenderungan menggunakan teknologi tinggi. Setiap benih, bibit, alat dan mesin pertanian selalu ditingkatkan dengan inovasi baru agar hasil buminya meningkat mengimbangi pertumbuhan penduduk.

"Saya ingin menyampaikan bahwa negara yang memiliki tingkat kemajuan di pertanian pasti memiliki high innovation. Petani kita, pertanian Indonesia, hanya bisa berkembang karena teknologi. Sementara ini masyarakat kita masih hampir sebagian tradisional," kata Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan ini.

HKTI sendiri, lanjut Moeldoko, sudah melakukan sejumlah inovasi di sektor pertanian. Moeldoko mengaku telah menemukan benih padi yang berumur 70 hari bisa menghasilkan delapan ton per hektare. "Saya punya M500 hasilnya sembilan ton," tambah Moeldoko.

Di samping padi, kata Moeldoko, HKTI juga telah berhasil menemukan bibit kentang yang bisa meningkatkan produktivitasnya. Menurut Moeldoko, hasil pengembangan kentang ini bisa mencapai produktivitas 30 ton per hektare, dua kali lipat dibanding dengan bibit kentang sebelumnya yang berjumlah 15 ton per hektare.

Kemudian, lanjut dia, hasil penyelenggaraan ASAFF selama tiga hari ini, juga menghasilkan sejumlah kerja sama bilateral dengan negara lain. Menurutnya, teknologi pertanian yang tergolong maju bisa mencontoh negara-negara maju yang pertaniannya bisa hebat di Internasional, seperti Israel, Taiwan dan Thailand. Dengan nilai tukar mata uang asing yang meningkat, justru petani bisa naik kesejahteraannya, jika ekspor hasil pertanian meningkat.

"Kami HKTI telah bangun komunikasi dan akan MoU dengan negara-negara yang memiliki high technology di bidang pertanian agar terjadi transformasi teknologi, transformasi culture, knowledge dan seterusnya," jelas Moeldoko.

Bukan hanya produksi, kata Moeldoko, petani Indonesia juga diharapkan bisa mandiri dalam mengola hasil buminya. Dengan pengelolaan dan pengemasan yang bagus, nilai jual pangan akan semakin tinggi.

"Percuma ada barang bagus tetapi tidak bisa mengolah. Karena itu, kami siapkan barang bagus, benih dan pupuk. Setelah itu kami dampingi dengan baik dan coba untuk bantu cari pembelinya," kata mantan Panglima TNI bergelar doktor administrasi negara dari Universitas Indonesia ini.

Selain masalah inovasi dan mekanisasi, Moeldoko juga menjamin HKTI akan mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang mengarah pada kedaulatan pangan. Moeldoko memastikan, lembaganya itu menjadi penengah di antara pemerintah, akademisi, pengusaha dan petani.

"HKTI berada di tengah-tengah untuk bagaimana menjembatani hasil riset dan inovasi di sini dengan para pengusaha dan petani bisa dalam bentuk inti dan plasma. Setelah itu kalau ada hal-hal atau perbaikan kebijakan, ada pemerintah di sini, HKTI akan menghubungkan kesana," terang Moeldoko.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi ide dan gagasan Moeldoko yang turut membangun sektor pertanian Indonesia. Amran menyadari HKTI termasuk lembaga yang memiliki banyak inovasi.

"Kata kunci suksesnya pertanian harus mendorong inovasi. Harus mendorong bibit, mekanisasi kemudian pengolaan pascapanen. Tadi menarik di acara ASAFF, banyak produk yang hasilnya cukup tinggi produktivitasnya. Mulai dari kedelai, sayur-sayuran, rempah-rempah," kata Amran.

Menteri asal Sulsel ini juga ingin rempah-rempah Indonesia kembali jaya seperti pada 1602. Saat itu, rempah-rempah Indonesia sangat bagus di mata dunia sehingga menjadi sasaran bagi Belanda dan Spanyol.

"Sekarang bapak presiden perintahkan, kembangkan rempah-rempah, kembalikan kejayaan rempah-rempah seperti 500 tahun yang lalu. Kami sudah menyiapkan anggaran Rp 5 triliun lebih untuk beli bibit dan pupuk gratis guna dibagikan ke masyarakat Indonesia," kata Amran.

Amran juga menginginkan petani Indonesia meningkatkan produktivitas dan kualitas pertaniannya. Bahkan, dia mengharapkan, HKTI mendorong anggotanya untuk menyemangati petani agar melakukan ekspor.

Seperti komoditas kopi, lanjut Amran, Indonesia harus bisa menghasilkan produktivitas dua ton per hektare. Dengan begitu, kopi Indonesia akan menjadi nomor satu terbaik di dunia. "Inilah peran HKTI. Tadi sudah dipamerkan, kami sangat apresiasi seluruh pengurus di Indonesia," kata dia
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prabowo Subianto Jadi...
Prabowo Subianto Jadi Ketua Dewan Pembina Pemuda Tani Indonesia
HKTI Jabar: Produksi...
HKTI Jabar: Produksi Pertanian Meningkat, Kesejahteraan Petani Jalan di Tempat
KTNA Sebut Struktur...
KTNA Sebut Struktur Penyuluhan Pertanian Tidak Optimal
Gerakan Penciptaan 10...
Gerakan Penciptaan 10 Juta Petani Digital Dideklarasikan
Revitalisasi Organisasi,...
Revitalisasi Organisasi, Langkah HKTI Diharapkan Lebih Akseleratif
Kepemimpinan Moeldoko...
Kepemimpinan Moeldoko di HKTI Dinilai Berikan Banyak Kemajuan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved