Indonesia Berpotensi Jadi Eksportir Besar Udang Vaname

Minggu, 01 Juli 2018 - 16:16 WIB
Indonesia Berpotensi...
Indonesia Berpotensi Jadi Eksportir Besar Udang Vaname
A A A
JAKARTA - Indonesia dinilai memiliki potensi lahan pesisir untuk tambah udang terluas di dunia. Hal ini menjadi langkah yang penting bagi Indonesia sebagai produsen dan pengekspor udang.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Rokhmin Dahuri mengatakan, dengan udang salah satunya udang vaname dapat membuat Indonesia banyak mendapatkan hasil dagang yang positif dalam perdagangan di Indonesia."Terlebih, harga udang yang cenderung mahal dan stabil, bisa menjadi perdagangan Indonesia yang semakin positif," ujar Rokmin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Lebih lanjut Ia menyarankan, agar Indonesia menjalin kerja sama sinergis dari hulu ke hilir dalam budidaya udang. Serta menggandeng pengusaha pakan, petambak, pengolah untuk bisa menghasilkan udang vaname yang menjadi ekspor baru di dunia perikanan. "Pemerintah, asosiasi, peneliti, dan dosen, harus mengeluarkan atau menyumbangkan kemampuan terbaiknya," jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menginginkan udang vaname menjadi sebagai salah satu prioritas nasional di bidang perikanan. Berdasarkan data International Trade Center (2017), bahwa kontribusi nilai ekspor udang vaname beku (Whiteleg shrimps) terhadap total nilai ekspor perikanan tahun 2016 mencapai lebih dari 27%. Hasil tersebut membuktikan udang vaname memiliki peranan yang besar terhadap kinerja ekonomi perikanan Indonesia.

Namun sejauh ini, ekspor udang vaname Indonesia masih kalah dengan negara-negara lain, dimana pada 2016 baru USD1,67 miliar. Sedangkan India merupakan yang terbesar yaitu USD3,70 miliar, diikuti Vietnam dengan USD2,71 miliar, Ekuador USD2,60 miliar, China USD2,16 miliar dan Thailand USD1,98 miliar.

Sementara itu, permintaan udang dunia dalam pada 2010-2016 tumbuh 7,45% per tahun (data International Trade Center tahun 2017). Jumlahnya pun meningkat USD22,19 miliar di tahun 2016. Artinya ada potensi besar untuk memperluas ceruk pasar ini.

Dan Indonesia pun diuntungkan dengan bebas dari wabah EMS (early mortality syndrome), yang mengancam produsen udang negara-negara ASEAN. Artinya di saat wabah menyerang negara lain, kita bisa meningkatkan produksi untuk kian meningkatkan ekspor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segera Bangun Model...
KKP Segera Bangun Model Klaster Tambak Udang Nasional di Aceh Timur
Berkat Klaster Tambak,...
Berkat Klaster Tambak, Aceh Berpeluang Jadi Penghasil Terbesar Udang
Tambak Udang Berkelanjutan...
Tambak Udang Berkelanjutan KKP Tegakkan Ekonomi Daerah
Dorong Ekonomi Kerakyatan,...
Dorong Ekonomi Kerakyatan, KKP Gunakan Tambak Udang Berbasis IoT
Demi Tegaknya Produksi...
Demi Tegaknya Produksi Udang Lokal, KKP Berseluncur ke Hawaii
Teknologi Bikin Budidaya...
Teknologi Bikin Budidaya Udang Makin Cuan, Produksi Ditarget Naik 250%
Berita Terkini
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
29 menit yang lalu
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
1 jam yang lalu
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
2 jam yang lalu
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
3 jam yang lalu
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
3 jam yang lalu
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved